Jalan-jalan Naik Kapal Bakauheni, Mencoba Menyeberang Ke Pulau Sumatra, Kapal Eksekutif & Ekonomi Terasa Banget Bedanya

Jalan-jalan Naik Kapal Bakauheni, Mencoba Menyeberang Ke Pulau Sumatra, Kapal Eksekutif & Ekonomi Terasa Banget Bedanya – Naik kapal menyebrang ke Sumatra sudah menjadi keinginan dari lama yg belum sempat dilakukan karena terakhir kali naik kapal laut sekitar tahun 2009 saat pergi ke Bali liburan perpisahan sekolah SMK. Dan baru keturuan untuk melakukan itu di hari Sabtu 22 Juni 2019. Jalan-jalan Naik Kapal Bakauheni diawali dengan menuju Palmerah untuk naik kereta jurusan Rangkasbitung yang berangkat dari stasiun Palmerah sekitar pukul 6:40 dan tiba di Rangkasbitung sekitar jam 8:30. Sesampainya di stasiun Rangkasbitung keluar sejenak untuk membeli KA Lokal Merak di loket seharga 3000 rupiah saja.

Tiket Kereta Lokal Merak

Kereta menuju Merak berangkat dari stasiun Rangkasbitung tepat waktu pukul 09:05, namun baru tiba di stasiun Merak pukul 11:20, terlambat 11 menit dari jadwal. Sesampainya di stasiun Merak saya berjalan kaki menuju dermaga eksekutif yang berjarak sekitar 1 KM dari stasiun. Salah satu kelebihan dermaga eksekutif ini adalah parkiran mobilnya yang luas.

Parkiran Dermaga Eksekutif Merak

Ketika masuk ke dalam, anda akan merasakan suasana seperti di terminal bandara. Tempat nya bersih, nyaman dan luas, bahkan sudah ada beberapa toko perbelanjaan, serta restoran yang berjualan di dermaga ini. Tempat pemesanan tiket juga terlihat bagus dan rapi layaknya tempat boarding pass bandara. Ada satu kekurungan yang menurut saya harus diperbaiki, disini cuma menerima pembayaran non tunai tapi hanya menerima transaksi e-money dari bank BUMN: Mandiri, BRI, BNI, jadi jika ada pengguna Flash BCA atau e-money diluar 3 bank diatas ya siap2 aja harus beli kartu baru, dimana disini jualnya mahal banget, kartu BNI Tapcash dengan isi 50 ribu dijual seharga 85 ribu, saya harap kendala ini bisa disolusikan oleh pihak pengelola pelabuhan. Tarif kapal eksekutif ini seharga 50 ribu, jadi saldo tapcash yang tadi dibeli langsung habis dan nanti perlu top up ulang untuk perjalanan pulang 😀 .

Jalan-jalan Naik Kapal Bakauheni - Tempat Pemesanan Tiket Pelabuhan Merak
Tempat Pemesanan Tiket Dermaga Eksekutif Merak

Dilihat dari luarpun dermaga ini sangat megah, dengan dilengkapi garbarata layaknya bandara, yang membuat penumpang lebih nyaman ketika memasuki kapal.

Jalan-jalan Naik Kapal Bakauheni - Dermaga Merak Dilihat Dari Kapal
Kemegahan Bagian Luar Dermaga Eksekutif Merak terlihat dari atas kapal.

Saya mendapatkan tiket kapal KMP Sebuku yang dijadwalkan berangkat pukul 12 siang. Ketika saya sampai dermaga jam 11:45 kapal sudah tersedia menunggu penumpang.

Terlihat dari dermaga, KMP Sebuku sudah standby menunggu penumpang naik

 

Jalan-jalan Naik Kapal Bakauheni - Garbarata Dermaga Eksekutif Merak
Garbarata menuju kapal, rasanya sudah seperti mau naik pesawat di bandara

Kesan pertama naik kapal ini adalah, kapal yang bersih dan cukup nyaman untuk penumpang. Di kapal juga ada penjelasan tentang denah dan ruangan kapal.

Denah KMP Sebuku

Fasilitas yang diberikan di KMP sebuku ini cukup baik. Dengan ruangan penumpang full AC serta tempat duduk untuk penumpang terbuat dari kursi busa yang empuk dilengkapi juga dengan hiburan TV. Masih kurang puas anda bisa menuju ruang tunggu eksekutif yang terdapat kursi sofa empuk, beberapa kursi bar caffe, dan meja yang lebih mewah. Mushola juga tentu ada di kapal ini.

Jalan-jalan Naik Kapal Bakauheni - Ruang Tunggu KMP Sebuku
Ruang Tunggu Penumpang

 

Jalan-jalan Naik Kapal Bakauheni - Ruang Tunggu Eksekutif KMP Sebuku
Ruang Tunggu Eksekutif

Jika anda lapar selama perjalanan, jangan khawatir. Di sini juga ada caffe yang menyediakan makanan & minuman di atas kapal, dilengkapi dengan tempat duduk dan meja makan yang cukup banyak di sekelilingnya.

Jalan-jalan Naik Kapal Bakauheni - Cafe KMP Sebuku
Cafe KMP Sebuku

Ingin menikmati suasana laut, anda bisa keluar ruangan, kemudian naik ke atas. Kapal ini juga dilengkapi fasilitas helipad, tempat mendarat helikopter. Terlihat juga beberapa sekoci besat terdapat di KMP ini.

Helipad KMP Sebuku

Tepat pukul 12:00 kapal sudah membunyikan klaksonnya dan mulai bergerak meninggalkan Merak menuju Bakaheuni. Banyak pemandangan indah yang disuguhkan selama jalan-jalan naik kapal Bakauheni, mulai dari menikmati birunya air laut, melihat pulau2 kecil ditumbuhi pepohonan hijau, serta kapal-kapal lain yang berseliweran selama di dermaga ataupun pas perjalanan.

Pemandangan lautan biru & pulau-pulau kecil di sekitar selat Sunda

Pemandangan beberapa kapal yang bersandar dan berlayar mengarungi selat Sunda

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dermaga eksekutif Bakaheuni pun sudah mulai terlihat. Sama dengan yang di Merak, dermaga ini juga terlihat megah, dengan kaca-kaca yang mengelilinginya.

Dermaga Eksekutif Bakaheuni terlihat dari kapal

Sampai akhirnya kapal berhenti sempurna dan penumpang turun dibutuhkan waktu hanya sekitar 1 jam 20 menit saja (nanti akan kita bandingkan dengan ketika naik kapal ekonomi waktu pulang 😀 ). Suasana di dalam dermaga eksekutif Bakaheuni ini kurang lebih sama persis dengan di Merak tadi.

Jalan-jalan Naik Kapal Bakauheni - Tempat Pemesanan Tiket Dermaga Eksekutif Bakauheni
Tempat Pemesanan Tiket Dermaga Eksekutif Bakaheuni

 

Miniatur Kapal Menghiasi Dermaga Eksekutif Bakaheuni

Karena sudah sampai di Bakaheuni kegiatan jalan-jalan Naik Kapal Bakauheni kurang lengkap rasanya kalo tidak mampir dulu sejenak ke Menara Siger. Sayapun mulai jalan kaki meninggalkan pelabuhan menuju Menara Siger yang berjarak 2km dari pelabuhan. Karena sudah lapar saya mampir cari makan dulu di luar pelabuhan. Saya tidak menemukan tempat jual makanan khas, ya sudah jadinya beli nasi Pasang dengan lauk rendang saja seharga 22 ribu. Setelah kenyang saya melanjutkan jalan kaki ke menara Siger.

Menara Siger Bakaheuni

Menara Siger ini adalah tugu selamat datang nya provinsi Lampung. Jadi ketika anda sampai di pelabuhan akan terlihat menara ini menyambut anda masuk ke provinsi Lampung karena menara ini dibangun di atas bukit yang cukup tinggi di sebelah barat dekat pelabuhan. Menara ini diresmikan oleh Gubernur Lampung saat itu Sjachroedin Z.P pada 30 April 2008. Bangunan ini memiliki warna dominan kuning dan merah memiliki atap berbentuk mahkota dengan 9 rangkaian diatasnya. Konon katanya ini melambangkan 9 macam bahasa yang ada di Lampung. Untuk penjelasan lebih detail mengenai menara ini bisa lihat di Wikipedia saja ya. Sayangnya bangunan ikonik ini menurut saya kurang terawat banyak cat mengelupas dan tempatnya kurang bersih. Jika anda lapar atau sekedar ingin ngemil disini juga ada beberapa penjual yang mengisi lapak di wilayah depan menara. Oh iya HTM masuk ke menara ini adalah 5000 rupiah. Pemandangan pelabuhan Bakaheuni juga terlihat dari ini.

Pelabuhan Bakaheuni terlihat dari menara Siger

Salah satu ikon di tempat ini tentu saja adalah titik 0 KM Sumatra yang ada beberapa meter dibawah menara. Sayangnya lagi-lagi icon ini tidak terawat. Suasana terlihat kotor dan cat banyak yang mengelupas. Tapi gpp lah mejeng sejenak sebagai tanda kalo sudah pernah ke titik 0 KM Sumatra.

Titik 0 KM Sumatra

Sekarang kita masuk kedalam menara. Kembali suasana kumuh terlihat di dalam. Di lantai dasar terlihat beberapa hiasan seadanya yang menyambut pengunjung. 

Hiasan di lantai 1 Menara Siger
Hiasan di lantai 1 Menara Siger

Lanjut naik lagi ke lantai 2. Disini anda akan menemui monumen sekilas tentang Lampung yang memberikan informasi tentang sejarah singkat, peta provinsi Lampung, daftar Gubernur yang pernah menjadi pemimpin Lampung, dan juga jarak kota-kota besar di Sumatra dihitung dari titik 0 KM ini.

Monumen Informasi Singkat Provinsi Lampung

Beranjak naik lagi menuju menara. Di menara ini ada jendela yang terbuka, sehingga dari jendela ini anda bisa melihat pemandangan indah, antara lain lautan lepas, aktifitas kapal di pelabuhan bakaheuni, perbukitan sekitar, serta jalan tol trans Sumatra yang membentang di sekitarnya. Lagi2 yang suka nyinyir dan hujat pemerintah perlu mampir kesini, biar bisa melihat hasil kerja pemerintah membangun jalan tol yang mempermudah akses di sekitaran Sumatra.

Pemandangan dari lantai atas Menara Siger

Selesai dari Menara Siger saya segera kembali ke pelabuhan untuk mengejar jadwal menyeberang pukul 15:45. Sebelum sampai pelabuhan mampir berhenti sejenak untuk beli oleh-oleh di toko yang ada di sekitaran menara Siger. Tentu saja oleh2 yang dibeli adalah keripik pisang kepok khas Lampung yang sudah terbukti enak, karena saya pernah menikmatinya saat dulu dibawakan teman.

Keripik Pisang Coklat Khas Lampung

Dengan asumsi kapal berangkat tepat waktu pukul 15:45 sesuai jadwal, hitung2an saya jika waktu tempuh sesuai seperti berangkat tadi maka sampai pelabuhan Merak pukul 17:15, masih ada waktu meski mepet banget untuk mengejar kereta terakhir ke Rangkasbitung pukul 17:30, tapi ini pulang menggunakan kapal ekonomi lho ya, apakah perkiraan saya benar 😀 ?

Selesai urus tiket saya segera menuju dermaga 5. Jangan harap fasilitas seperti berangkat tadi ada disini. Dermaga nya hanya seadanya saja, mirip2 seperti jembatan penyeberangan, yang hanya ada atap dengan lantai besi dan tidak ada kaca yang membatasi dengan luar. Jadi kalo hujan dan angin ya siap2 aja agak basah terkena air hujan yang terbawa angin. Karena lumayan ramai, saya jadi lupa mengabadikan kondisi dermaga. Jadwal berangkat pukul 15:45 tapi sudah pukul 15:40 baru terlihat kapal mendekat untuk bersandar. Perjalanan pulang ini saya naik KMP Menggala dengan harga tiket 15 ribu saja.

Jalan-jalan Naik Kapal Bakauheni - KMP Menggala Bersandar di Pelabuhan Bakauheni
KMP Menggala bersiap bersandar ke dermaga

Akhirnya kapalpun bersandar dan para penumpang mulai naik. Lagi-lagi perbedaan sangat mencolok terlihat berbanding dengan kapal saat saya berangkat. Ruangan penumpang non AC dengan kursi plastik keras dan untuk hiburan TV ya pasti tidak ada 😀 . Berbeda dengan kapal eksekutif waktu berangkat yang lengang, di kapal Menggala ini sebentar saja sudah hampir penuh sesak, kursi2 secara cepat terisi semua, bahkan sampai harus berdiri atau ngesot di lantai di dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Karena kondisi inipun saya sampai lupa mengabadikan suasana dalam kapal.

Setelah menunggu bersandar sangat lama, kapal mulai berjalan pukul 16:45, 1 jam terlambat dari jadwal. Rusak sudah harapan saya melanjutkan perjalanan pulang naik kereta. Kapal mulai berjalan pelan meninggalkan pelabuhan Bakaheuni. Terlihat dari jauh menara Siger yang tadi saya kunjungi.

Kapal mulai meninggalkan Bakaheuni

Karena malas berdesak-desakan di ruang penumpang. Saya berkeliling kapal mencari tempat yang agak lega. Fasilitas restoran tidak ada disini, tapi mushola masih ada di bagian paling atas kapal. Saat kesana pun juga sudah ramai, akhir nya saya coba turun ke bawah ke bagian luar parkiran mobil. Sama saja disini juga ramai penumpang, tapi ada sedikit ruang yang lebih lega dibandingkan tadi di ruangan penumpang. Akhirnya saya memilih nongkrong disitu sambil menikmati pemandangan sore hari di kapal.

Pemandangan sore hari diatas KMP Menggala

Perjalanan menggunakan kapal ini terasa lebih lama. Perjalanan sudah menempuh hampir 2 jam, dimana kalau kapal eksekutif tadi saya sudah bisa turun dari kapal dengan durasi tempuh segitu. Tapi ini belum juga sampai meski samar-samar daratan Merak sudah terlihat. Ternyata kapal berhenti di tengah laut, lama sekali berhentinya bahkan sampai mematikan mesin, ada mungkin 1 jaman kapal berhenti, entah apa yang ditunggu sampe harus berhenti selama itu. Setelah menunggu lama akhirnya kapal mulai lanjut berjalan menuju pelabuhan Merak dan akhirnya bersandar. Sayapun keluar kapal dengan waktu sudah menunjukkan hampir pukul 8 malam. Jadi perjalanan di kapal tadi memerlukan waktu sekitar kurang lebih 3 jam, jauh berbeda dengan waktu tempuh keberangkatan menggunakan kapal eksekutif yang hanya 1 jam 20 menit. Seperti kata pepatah Jawa “ONO REGO ONO RUPO” benar2 berlaku disini.

Karena bosen menunggu lama di kapal saya kembali lupa mengabadikan suasana malam dilokasi. Singkat cerita karena sudah malam dan kereta sudah tidak ada, akhirnya saya pulang naik bus Primajasa. Harga tiket dari Merak ke Kebon Jeruk Jakarta 30 ribu. Berhubung ini bus ekonomi, rute nya adalah lewat Cilegon dulu dimana bus berjalan pelan2 cari penumpang dan ngetem cukup lama di Cilegon. Setelah dari Cilegon masuk tol, tapi keluar lagi di Serang untuk menaikan dan mencari penumpang di Serang, barulah setelah dari Serang seterusnya lewat tol menuju Jakarta. Namanya juga bus ekonomi, meski di dalam jalan tol, ternyata beberapa kali berhenti di bahu jalan tol untuk menurunkan penumpang, dan penumpang sepertinya sudah hafal lubang pagar jalan tol terdekat untuk keluar 😀 . Sesampainya di Kebon Jeruk langsung pesan gojek untuk pulang. Akhirnya sudah larut malam sekitar jam 11an saya baru sampai rumah.

Itinerary gak ada ya karena perjalanan singkat dan waktunya juga meleset pas pulang, untuk rincian biaya jalan-jalan naik kapal Bakauheni kurang lebih seperti dibawah ini:

Gojek dari rumah ke stasiun Palmerah 15.000
Tiket KRL Palmerah-Rangkasbitung 8.000
Tiket kereta Rangkasbitung-Merak 3.000
Tiket Kapal Eksekutif waktu berangkat 50.000
Makan siang di Bakaheuni 22.000
HTM Menara Siger 5.000
Beli oleh-oleh keripik pisang coklat 50.000
Tiket Kapal Ekonomi waktu pulang 15.000
Tiket Bus Primajasa Merak-Jakarta 30.000
Gojek dari Kebon Jeruk ke Rumah 10.000
Total: 208.000

 

1 thought on “Jalan-jalan Naik Kapal Bakauheni, Mencoba Menyeberang Ke Pulau Sumatra, Kapal Eksekutif & Ekonomi Terasa Banget Bedanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *