Traveling Wisata Kuliner Pontianak, Merasakan Berdiri Tepat Di Tengah Garis Khatulistiwa, Disini Juga Surganya Kuliner Lho!

Traveling Wisata Kuliner Pontianak, Merasakan Berdiri Tepat Di Tengah Garis Khatulistiwa, Disini Juga Surganya Kuliner Lho! – Kunjungan ke Pontianak adalah awal pertama saya nekat solo traveling ke luar Jawa. Sebelumnya ke luar Jawa hanya jika ada tugas kantor saja. Tujuan ke Pontianak karena ingin setidaknya sekali pergi ke Kalimantan dan Pontianak jika berdasar hasil pencarian informasi di Google adalah kota yang paling mudah dijangkau, kotanya tidak terlalu rumit untuk dijelajahi, dan yang paling penting kuliner nya enak-enak. Selama beberapa bulan mencoba hunting tiket penerbangan murah dimana tahun 2019 adalah musim sedang mahal-mahalnya tiket pesawat. Rata-rata saat itu harga penerbangan Jakarta-Pontianak > 1 juta, dan suatu saat ketika buka traveloka bisa dapat paket tiket PP Pesawat Citilink sudah termasuk Hotel Capsul 1 malam seharga 1,6 juta langsung pesan & beli, dengan jadwal penerbangan hari Sabtu 4 Mei 2019. 

Di hari keberangkatan sekitar pukul 05:00 saya sudah berangkat dari rumah naik mobil diantar teman menuju ke Bandara Soekarno Hatta. Pesawat boarding dan berangkat tepat waktu sekitar pukul 07:30. Perjalanan dari Jakarta ke Pontianak di tempuh selama 1 jam 30 menit. Akhirnya sekitar pukul 08:50 pesawat sudah mendarat di Bandara Supadio Pontianak. Sebagai informasi Bandara Supadio ini sebenarnya masih di wilayah kabupaten Kubu Raya ya, ya mirip2 Bandara Soekarno-Hatta Jakarta tapi sebenarnya lokasi di wilayah kabupaten Tangerang.

Bandara Supadio Pontianak

 

Sebagai traveler kere, untuk mengawali traveling wisata kuliner Pontianak ini, tentu taksi Bandara bukan jadi pilihan, saya jalan kaki keluar dulu dari bandara sekitar +/- 750 meter untuk order Gojek ke tempat penyewaan motor. Saya menyewa motor di Raya Motor Pontianak, dengan armada Honda Vario Hitam yang sudah versi baru, seharga 100 ribu per hari. Setelah mendapatkan motor mampir sejenak ke SPBU untuk mengisi bensin, karena tujuan utama ke Pontianak adalah kuliner jadi langsung lanjut menuju tujuan pertama traveling wisata kuliner Pontianak ini yaitu makan di Kwecap Veteran. Kwecap ini makanan non halal ya karena kebanyakan topping nya adalah daging babi, toping nya bermacam-macam seperti daging babi, kikil babi, kerupuk kulit babi, jeroan babi yang dicampur dalam kuah gurih yang ditaburi keledai. Kemudian disajikan pula dengan makanan sejenis kuetiau tapi berbahan tepung beras dengan tekstur yang lengket dan ditaburi bawang goreng. 1 porsi kwecap seingat saya kalo ga salah harganya 48 ribu. Untuk rasa mantap dah layak dicoba.

Traveling Wisata Kuliner Pontianak - Kwecap Veteran
Kwecap Veteran

Setelah mengisi perut saat nya kembali melanjutkan perjalanan. Tujuan berikutnya adalah Keraton Kadriah, bangunan bersejarah peninggalan kerajaan melayu di Pontianak. Keraton dengan bahan kayu berwarna kuning mencolok yang terlihat cukup megah dan di kawal beberapa patung meriam didepannya. Beranjak ke dalam kita bisa melihat foto-foto sultan dan juga pernak-pernik+ furniture istana. Untuk biaya tiket masuk seiklasnya saja yang dimasukan ke dalam kotak di Keraton, ada juga bapak-bapak penjaga yang berkenan menjelaskan tentang Keraton tersebut. Menurut beliau keraton ini sudah ada sejak tahun 1778 dan didirikan oleh sultan pertama yaitu Sultan Alkadrie. Dan sampai sekarang kesultanan masih terus berlangsung.

Suasana Keraton Kadriah

Setelah puas melihat-lihat keraton Kadriah, lanjut ke tujuan berikutnya yaitu Tugu Khatulistiwa yang terletak di Siantan. Tidak lengkap rasanya kalo ke Pontianak tidak mampir ke icon kota yang satu ini. Dari Pontianak untuk menuju Siantan ada 2 pilihan ya, yaitu melalui jalur darat melewati 2 Jembatan Kapuas, atau melalui jalur penyeberangan sungai menggunakan kapal ferry. Untuk berangkat ini saya memilih jalur darat dulu. Untuk biaya masuk ke taman khatulistiwa gratis hanya dipungut biaya parkir saja 3 ribu. Di sini selain tugu, juga ada taman, dan juga penjual makanan & souvenir, selain itu juga bisa melihat sungai Kapuas dari dekat dengan banyak kapal yang lewat atau bersandar. Namun tujuan utamanya kesini tentu saja ke Tugu Kathulistiwa yang berada di dalam ruangan, dimana tugu tersebut posisinya tepat di garis 0 derajat LS/LU. Kita bisa berdiri tepat di tengah-tengahnya, dengan salah satu bagian tubuh di selatan kathulistiwa dan bagian lain di utara khatulistiwa.

Tugu Khatulistiwa di Siantan

Selesai dari bukit khatulistiwa lanjut traveling wisata kuliner Pontianak lagi. Kali ini tujuannya agak jauh di daerah Peniti Luar, yaitu Pondok Pengkang. Perjalanan cukup jauh ya sekitar 35km. Menu khas disini adalah pengkang yaitu makanan dari beras ketan yang dibungkus daun pisang lalu dibakar dan didalamnya terdapat topping udang ebi, sekilas mirip lemper sih tapi beda di isiannya juga prosesnya ini dibakar serta ukurannya lebih besar. Lalu untuk lauknya saya memilih burung punai goreng, konon burung punai ini memang banyak terdapat di Kalimantan, dan pelengkap minumannya es lidah buaya yang segar. Ada sedikit kekecewaan disini karena di sebelah disajikan sambal yang ternyata sambal kerang, saya pikir itu sudah 1 paket dengan cocolan sambal burung punai, ternyata itu sambal dijual terpisah dan harganya jauh lebih mahal dari pengkang + burung punai + es lidah buaya nya itu sendiri. Harusnya diinformasikan dari awal ya, tapi karena jarang-jarang makan beginian ya sudah lah iklasin aja, kapan lagi makan makanan seperti ini. Biaya makan siang disini pengkang 10 ribu + burung punai 13 ribu + es lidah buaya 12 ribu + sambal kerang 30 ribu, ya siapkan sekitar 65 ribu lah kalo makan disini, kalo ga pake sambal sebenarnya ya hanya 35 ribu 😀 .

Traveling Wisata Kuliner Pontianak - Pondok Pengkang
Menu makan di Pondok Pengkang

Setelah kenyang saatnya kembali ke Pontianak. Di sela perjalanan mampir sejenak beli chaikue di Tian Melly Siantan. Lokasinya tidak jauh dari pelabuhan Siantan. Chaikue sekilas mirip pastel mini ya, bedanya kalo pastel digoreng ini dikukus. Kulit chaikue terbuat dari tepung beras dengan topping bawang goreng diatasnya. Isian di dalamnya macam-macam ada ubi, bengkuang, dan juga sayuran. 1 potong dihargai 2500, dan untuk bungkus minimal beli 10, jadi total habis 25 ribu.

Traveling Wisata Kuliner Pontianak - Chaikue
Jajanan Chaikue Tian Melly

Jika waktu berangkat tadi saya memilih jalur darat, untuk balik ke Pontianak sekarang saya memilih jalur menyeberang sungai naik kapal ferry Pelabuhan Siantan. Ya karena lebarnya sungai kapuas bahkan untuk menyeberanginya saja bisa menggunakan kapal ferry. Durasi penyeberangannya sih ngga lama cuma 5-10 menitan saja, cuma ngantrinya itu lho panjang banget dan lumayan lama. Biaya naik kapal ferry ini kalau naik motor cuma 5000 saja.

Naik Kapal Ferry Siantan-Pontianak

Setelah sampai pelabuhan Pontianak saya mampir sejenak ke Taman Kapuas untuk sekedar melihat-lihat karena lokasinya pas pinggir pelabuhan. Sejatinya saya merencanakan kesini malam hari, namun karena lewat ya sudah mampir sebentar untuk ambil gambar sambil makan chaikue. Suasana siang hari di taman ini ya seperti taman biasa dengan pohon-pohon rindang di sekitarnya, yang membedakan adalah disini ada miniatur monumen tugu khatulistiwa dan pemandangan sungai kapuas yang lebar dengan banyak kapal disana.

Taman Kapuas Di Siang Hari

Selanjutnya saya ke hotel untuk check in dan istirahat sejenak. Saya menginap di hotel kapsul The Colour Hostel. Untuk biaya per malamnya mungkin sekitar 100-150 ribuan saja ya, saya kurang tau pasti karena itu sudah include di paket Traveloka sekalian tiket pesawat nya. Bagi solo traveler kere yang ga terlalu butuh hotel yang besar bagi saya sudah cukup nyaman tidur di kapsul hotel ini.

Sore menjelang malam saya keluar hotel untuk kembali ke Taman Kapuas. Di malam hari taman ini lebih ramai, dengan hal yang bisa didapat disini adalah menaiki perahu wisata menyusuri sungai Kapuas, dan bisa merasakan melewati dibawah Jembatan Kapuas. Biaya naik kapal ini gratis, cukup membayar jika anda membeli makanan / minuman yang di sajikan di cafe kapal ini. Jadi di kapal juga ada kafe yang menyajikan makanan & minuman standar seperti indomie, kopi, jus, roti bakar dll, anda bisa merasakan suasana makan diatas kapal menyusuri sunga Kapuas. Namun karena saya traveler kere, jadi naik kapal tanpa makan sudah cukup 😀 . Selanjutnya hal lain yang di sajikan di Taman Kapuas adalah atraksi air mancur menari dihiasi lampu2 laser yang silih berganti menyala. Air mancurnya tidak terlalu besar sih, tapi sudah cukup menghibur.

Naik Kapal Menyusuri Sungai Kapuas & Suasana Malam Taman Kapuas

Malam hari tiba perut mulai lapar, saatnya melanjutkan traveling wisata kuliner Pontianak dengan mencari makan malam. Menurut mbah gugel salah satu makanan enak khas di Pontianak adalah bakmi seafoodnya. Jadinya makan malam kali ini saya menuju ke Bakmi Oukie. Menu yang disajikan disini tentu saja bakmi dengan toping seafood. Rasanya kalau menurut saya enak bumbu nya berasa dan daging seafood yang menjadi toping juga lumayan banyak dan menambah kenikmatan bakmi. 1 porsi kalo tidak salah kemarin sekitar 30 ribuan.

Traveling Wisata Kuliner Pontianak - Bakmi Seafood
Bakmi Seafood Oukie

Setelah kenyang saatnya kembali ke hotel dan beristirahat.

Untuk perjalanan hari kedua lanjut di halaman 2 ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *