Menikmati Keindahan Jayapura - Bukit Teletubbies

Menikmati Keindahan Jayapura, Kota di Ujung Timur Indonesia, Mampir ke PLBN Skouw

Menikmati Keindahan Jayapura, Kota di Ujung Timur Indonesia, Mampir ke PLBN Skouw – Berawal dari keinginan awal tahun 2019 dimana ingin paling tidak menjejakan kaki di 5 pulau besar Indonesia, akhirnya mulai menabung dan kebetulan pas lagi ada rejeki akhirnya mulai sering-sering cari info tiket ke Jayapura. Karena secara akses & biaya relatif paling murah diantara kota lain di Papua. Dan saat dapat info tiket Lion Air promo seharga 2.3 juta (4.6 juta pp) langsung klik pesan & bayar (karena pada waktu itu musim tiket pesawat lagi mahal-mahalnya, rata-rata ke Jayapura > 3,5 jutaan) dengan jadwal perjalanan Jumat malam tanggal 6 September 2019. Sekilas tentang daerah Jayapura yang akan dikunjungi ini, daerah ini adalah ibukota provinsi Papua, dan letaknya berada di ujung timur sebelah utara pulau Papua wilayah Indonesia, berbatasan dengan negara Papua Nugini.

Ketika mendekati waktu keberangkatan, keraguan besar sempat muncul, karena beberapa hari sebelumnya ada kerusuhan cukup besar di Jayapura dimana ada demo besar-besaran yang disertai kerusakan. Belum lagi kaki masih pincang karena cedera habis terkilir waktu main futsal di kompetisi antar alumni smk. Namun dengan pertimbangan sudah beli tiket akhirnya tetep nekat berangkat sambil berdoa saja semoga disana tidak terjadi apa-apa. Jumat malam sekitar jam 8 akhirnya diantar teman ke bandara. Pesawat terbang sesuai jadwal sekitar pukul 22:50 WIB.

Menikmati Keindahan Jayapura - Tiket Pesawat Ke Jayapura
Tiket Pesawat Lion Air Jakarta – Jayapura

Perjalanan Jakarta-Jayapura menempuh waktu sekitar 5 jam 30 menit, dan karena naik pesawat murah, ya siap2 aja kaki pegal karena jarak kursi mepet + mulut kering karena ga ada akomodasi snack/minum sama sekali :D. Akhirnya hari Sabtu 7 September 2019 sekitar pukul 6:15 pesawat mendarat di Bandara Sentani Jayapura.

Suasana Bandara Sentani Jayapura

Setelah keluar bandara jalan kaki sejenak keluar untuk mencari sarapan. Sesuai pencarian google waktu sebelum berangkat bahwa ada penjual nasi kuning di dekat bandara, dan untungnya ketemu lokasinya. Penjual menggunakan mobil sebagai tempat dagangannya, harga seporsi yang saya makan 18 ribu dengan lauk telur balado, mie goreng, orek, bakwan & peyek. 

Menikmati Keindahan Jayapura - Sarapan Nasi Kuning Dekat Bandara
Sarapan Nasi Kuning Dekat Bandara

Sebagai informasi, akibat dari kerusuhan, maka internet di daerah Jayapura di blokir waktu itu, dan komunikasi disana hanya mengandalkan telepon. Jadi searching2 mencari informasi, update status Instagram/FB, mencari jalan lewat google maps, dan chatting WA/Telegram sama sekali tidak bisa dilakukan selama disana. Untung saya masih ada sisa pulsa sekitar 7 ribuan (soalnya saya paling jarang isi pulsa telepon, ngandelin internet aja 😀 ), jadi masih bisa untuk kontak driver. Setelah perut kenyang langsung ke warung beli Aqua buat bekal selama disana, dan telepon sopir untuk jemput. Oh iya selama disini saya menyewa mobil+driver di Mapasi7 Rental Mobil, per hari 550 ribu dengan armada Daihatsu Terios manual versi lama (paket paling murah :D).

Rencana awal tujuan pertama Menikmati Keindahan Jayapura adalah ke Danau Love, namun karena menurut penjelasan sopir kondisi jalanan kesana yang sepi dan tidak aman apalagi habis ada kasus kerusuhan bahkan sampai ada korban sehingga beliau tidak berani mengantar, maka tujuan pertama dialihkan ke Bukit Douglas Mac-Arthur. Perjalanan dari Bandara menuju Bukit Douglas Mac-Arthur sekitar 30 menit. Lokasi tersebut berada di dalam markas TNI Rindam XVIII/Trikora, jadi sesampainya di pintu masuk, wajib lapor dulu ke pos penjagaan dan meninggalkan identitas. Hal yang disajikan disini sebenarnya adalah foto monumen tugu dan pemandangan danau sentani dari atas bukit. Untuk foto tugu saya tidak mendapatkannya karena pas kesana tugu sedang di tutup, mungkin karena TNI sedang latihan atau fokus pengamanan kota Jayapura yang masih kurang kondisif, sehingga banyak personil diterjunkan dan tidak ada yang berjaga di tugu. Namun meski tidak bisa melihat tugu Mac-Arthur dari sini masih bisa mendapatkan pemandangan danau Sentani, perkotaan disekitarnya, dan yang khas disini adalah bisa menyaksikan proses landing dan take off pesawat di Bandara Sentani secara jelas. Kita bisa menikmati pemandangan melihat pesawat terbang berkelak-kelok masuk diantara celah bukit.

Pemandangan Sentani Dari Atas Bukit Douglas Mac-Arthur

Melihat Proses Takeoff Pesawat Lion Air dari Bandara Sentani

Setelah puas menikmati pemandangan tersebut, perjalanan Menikmati Keindahan Jayapura berikutnya adalah menuju ke perbatasan Indonesia – Papua Nugini yang ada di distrik Skouw. Perjalanan sekitar 75km dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Sepanjang perjalanan kita disuguhi medan naik turun dan berbelok-belok, sambil melihat bukit-bukit sekitar danau Sentani serta melwati teluk Abepura. Berhubung saya kesana setelah ada kerusuhan, penjagaan sangat ketat, sebelum sampai lokasi ada pemeriksaan oleh TNI sebanyak 2 kali.  Pemandangan yang disajikan disini adalah pos perbatasan dengan sisi Indonesia yang sangat megah dan sisi Papua Nugini yang seadanya saja. Jadi yang biasanya cuma bisa nyinyirin dan menghujat pemerintah perlu sekali-kali kesini nih, biar tahu salah satu dari hasil pembangunan pemerintah. Info dari teman, sebenernya kalo waktu normal kita bisa sejenak menyeberang ke Papua Nugini untuk sekedar berbelanja dan makan sate di pasar kecil disana, sayangnya karena habis kerusuhan gerbang perbatasan di tutup total, meski banyak orang Papua Nugini di seberang mau masuk Indonesia juga di tahan oleh petugas. Namun bisa mengunjungi langsung salah satu ujung border Indonesia ini sudah menjadi kesenangan tersendiri.

Perbatasan Indonesia – Papua Nugini di Distrik Skouw

Selepas dari perbatasan saatnya kembali ke kota Jayapura, sambil jalan balik mampir sejenak ke Pantai Holtekamp. Untuk masuk kesini dipungut biaya 10 ribu yang ditarik sama warga sekitar yang ada di jalan. Untuk pantainya sih biasa saja ya, dengan pasir hitam dan ditumbuhi daun-daun. Disini bisa menyaksikan pantai dan bukit.

Karena perut sudah mulai lapar (telat makan kesorean :D), segera lanjut perjalanan menuju RM Sendok Garpu di sekitaran Abepura. Disini saya mencoba makanan khas papua yaitu Papeda yang terbuat dari sagu, dan juga lauk Ikan Bumbu Kuning. Untuk porsi papedanya sangat besar, bahkan dimakan berdua dengan driver juga masih sisa, dan ikan bumbu kuningnya juga enak, bumbu meresap dan kuahnya gurih-asam. Selain itu sudah dapat bonus teh hangat & buah segar. 1 porsi papeda + ikan kuah kuning kalo tidak salah kemarin habis 100ribuan (sudah lama jadi lupa pastinya berapa :D).

Menikmati Keindahan Jayapura - Mencoba Kuliner Papeda & Ikan Kuah Kuning
Papeda + Ikan Bumbu Kuning RM Sendok Garpu Abepura

Setelah perut kenyang, lanjut ke tujuan berikutnya yaitu Bukit Jayapura. Bukit ini sebenarnya adalah bukit tempat lokasi tower stasiun TV. Untuk masuk ke lokasi cukup membayar 10 ribu saja ke warga sekitar yang jaga. Posisi bukit ini tepat berada di tengah kota Jayapura, jadi disini kita bisa menyaksikan keindahan kota Jayapura. Kalau dilihat dari bawah, kelihatan tulisan Jayapura yang terpasang tepat di bukit yang saya kunjungi ini. Terdapat 3 perbedaan view yang bisa dilihat disini, yaitu hamparan bukit hijau yang tinggi, bangunan megah dan pelabuhan yang menunjukan berkembangnya kota Jayapura, serta hamparan air laut teluk Abepura dimana terdapat banyak kapal berseliweran atau bersandar di pelabuhan. 

Pemandangan dari atas Bukit Jayapura

 

Perjalanan yang cukup menyenangkan, sampai lupa kalo kaki masih pincang dan agak susah dibuat berjalan. Saatnya menuju hotel untuk istirahat. Sebelum sampai hotel mampir sejenak ke minimarket untuk mencari jajanan keripik keladi khas Jayapura untuk dijadikan camilan di hotel dan oleh-oleh. Saya menginap di Hotel Agung, 1 malam seharga 360 ribu, termurah daripada hotel di sekitaran pada waktu itu menurut Traveloka. Sesampainya di hotel sudah capek, kaki yang cedera baru berasa cenut-cenutnya, jadinya ketiduran dan lupa makan malam. 😀

Keripik Keladi Jayapura

 

Untuk kegiatan hari kedua lanjut di halaman 2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *