{"id":1522,"date":"2021-12-03T10:42:39","date_gmt":"2021-12-03T03:42:39","guid":{"rendered":"https:\/\/catatankge.com\/?p=1522"},"modified":"2023-10-01T14:08:19","modified_gmt":"2023-10-01T07:08:19","slug":"solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/","title":{"rendered":"Solo Traveling Ternate &#038; Tidore, Pulau Seribu Benteng Dengan Pemandangan 4 in 1: Gunung, Laut, Danau, Benteng"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Solo Traveling Ternate &amp; Tidore, Pulau Seribu Benteng Dengan Pemandangan 4 in 1: Gunung, Laut, Danau, Benteng<\/strong> &#8211; Jika dulu waktu sekolah SMP waktu pelajaran IPS pasti sering mendengar tentang Ternate &amp; Tidore yang berada di wilayah Indonesia bagian timur tepatnya di provinsi Maluku Utara. Di jaman dulu 2 kota beda pulau ini adalah salah satu tempat bersejarah karena merupakan salah satu kerajaan Islam yang berada di Indonesia Timur. Sekilas tentang kota Ternate adalah sebuah kota yang berada di bawah kaki gunung api Gamalama di pulau Ternate. Tak jauh di sebelah timur Ternate, terdapat pula pulau Tidore yang dipisahkan oleh pulau Maitara. Dengan luas pulau yang tidak terlalu besar, menurut perkiraan saya cocok untuk dijadikan lokasi solo traveling karena tidak membutuhkan waktu lama untuk mengelilingi kedua pulau tersebut dan jika melihat2 referensi dari Google sepertinya juga akses transportasi &amp; infrastruktur disana sudah sangat memadai. Ditambah lagi dapet tiket PP yang murah cuma 1,9 juta untuk PP, dimana biasanya kalau pesan hari itu juga berangkat rata-rata tiketnya minimal 1,7 juta sekali jalan, ya sudah langsung lah diputuskan untuk dijadwalkan solo traveling Ternate.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sabtu 27 November 2021, mengawali langkah untuk Solo Traveling Ternate, pagi subuh sudah ngojek ke bandara Halim Perdanakusuma untuk mengejar penerbangan pagi Citilink QG220 yang berangkat pukul 05:20. Di masa pandemi begini syarat mutlak untuk bepergian adalah anda harus vaksin &amp; test covid (antigen untuk yg sudah vaksin 2x, atau PCR untuk yang baru vaksin 1 kali). 2 hal tersebut harus dipersiapkan sebelum bepergian, dan untuk mempermudah saat check in pastikan anda punya aplikasi Peduli Lindungi serta melakukan PCR\/Antigen di laboratorium yang terdaftar di <a href=\"https:\/\/www.litbang.kemkes.go.id\/laboratorium-pemeriksa-covid-19\/\">Kemenkes<\/a>, karena nanti anda bisa melakukan check-in mandiri saat di bandara dan tidak perlu ikut antri panjang di counter validasi manual. Sesuai jadwal pesawat berangkat dan selama perjalanan syukurlah cuacanya cerah, jadi tidak harus merasakan goyang2 selama di atas pesawat, mengingat saat ini adalah musim hujan. Perjalanan dari Jakarta ke Ternate membutuhkan waktu sekitar 3 jam 30 menit, dan mendarat di Bandara Sultan Babullah Ternate sekitar jam 11:10.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1528\" aria-describedby=\"caption-attachment-1528\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ke-ternate-tidore-kota-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/img_20211127_112209\/\" rel=\"attachment wp-att-1528\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1528 size-medium\" src=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG_20211127_112209-300x225.jpg\" alt=\"Solo Traveling Ternate - Tiba Di Bandara Sultan Babullah\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG_20211127_112209-300x225.jpg 300w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG_20211127_112209-1024x766.jpg 1024w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG_20211127_112209-768x575.jpg 768w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG_20211127_112209-695x520.jpg 695w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG_20211127_112209.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1528\" class=\"wp-caption-text\">Gerbang Bandara Sultan Babullah Ternate<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesampainya di Ternate, seperti biasa karena saya traveler low budget, di awal perjalanan Solo Traveling Ternate ini saya lanjut berjalan kaki keluar bandara untuk order Gojek menuju tempat sewa motor. Setelah menunggu beberapa menit di luar gerbang bandara akhirnya ojeknya datang dan mengantar saya ke tempat sewa motor. Untuk keperluan transportasi selama Solo Traveling Ternate, saya menyewa motor di <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/5sAjT6bCaGcjMwrx7\">Koloncucu Rental \/ Riswan Homestay<\/a>, jaraknya sekitar 3 KM dari bandara. Sebenarnya di sini ada penginapan juga, tapi karena saya terlambat pesannya jadinya sudah keiisi semua &amp; saya hanya dapat sewa motor saja. Pemilik rental sekaligus penginapan pak Riswan orangnya ramah, sebelum jalan beliau menjelaskan sekilas tentang Ternate, rekomendasi tempat yang bisa dikunjungi &amp; juga memberikan peta sederhana lokasi2 tersebut. Tarif sewa motor disini adalah 80 ribu sehari dengan pemakaian di pulau Ternate, dan jika ingin dipakai untuk menyeberang ke pulau lain seperti Tidore, dll ada charge tambahan 20 ribu per hari. Akhirnya setelah menyelesaikan syarat2 sewa motor dll, saya mulai jalan-jalannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuan pertama pada perjalanan Solo Traveling Ternate kali ini adalah Benteng <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/wZYAUeWjB7zvTgGF8\">Tolukko<\/a>, lokasinya sih tak jauh dari sewa motor, paling hanya 1 KM saja. Benteng Tolukko berada di kelurahan Dufa-dufa sekitar 2KM dari kedaton Ternate, dibangun oleh Fransisco Serao (Portugis) tahun 1540, lalu direnovasi oleh Pieter Both (Belanda) pada tahun 1610. Letaknya yang diatas batu karang kemungkinan untuk memudahkan mengawasi pergerakan Sultan Ternate dan lalu lintas perdagangan di lokasi sekitar. Untuk penjelasan lebih lengkapnya bisa dibaca di salah satu foto yang ada di galery ya. Dari atas benteng ini kita bisa melihat pemandangan laut yang indah, dengan latar belakang pulau Halmahera, Tidore, dan Maitara. Gunung Gamalama sebenarnya juga terlihat dari sini, tapi pas kesana selama 3 hari kok ya hampir setiap waktu puncak gunung tersebut tertutup kabut, mungkin karena lagi musim hujan kali ya \ud83d\ude00 . HTM kesini adalah seiklasnya saja &amp; dimaskukan ke kotak waktu akan kelaur benteng.<\/p>\nngg_shortcode_0_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Benteng Tolukko<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena perut sudah mulai keroncongan, setelah selesai dari Benteng Tolukko saya bergegas mencari makan siang. Lokasi yang saya tuju adalah <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/LqNcogu29xNwaVDF7\">Rumah Makan Popeda Gamalama<\/a> yang terletak di kawasan pasar Higenis. Warungnya sendiri suasananya cukup sederhana, berada di belakang pasar dan pinggir laut. Menu yang saya pesan tentu saja Popeda, dan juga yang khas dari Maluku Utara yaitu Gohu Ikan. Popeda merupakan bubur kental yang terbuat dari sagu, biasanya digunakan sebagai pengganti nasi di daerah Maluku &amp; Papua. Sedangkan Gohu adalah daging ikan tuna atau cakalang mentah yang dimasak dengan cara menyiramkan minyak panas, dilumuri jeruk cui dan garam, lalu ditaburi tumisan bawang merah, cabai rawit, dan kenari.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1532\" aria-describedby=\"caption-attachment-1532\" style=\"width: 225px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ke-ternate-tidore-kota-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/img_20211127_125849\/\" rel=\"attachment wp-att-1532\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1532 size-medium\" src=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211127_125849-225x300.jpg\" alt=\"Solo Traveling Ternate - Kuliner Gohu Ikan\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211127_125849-225x300.jpg 225w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211127_125849-766x1024.jpg 766w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211127_125849-768x1026.jpg 768w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211127_125849-389x520.jpg 389w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211127_125849.jpg 898w\" sizes=\"auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1532\" class=\"wp-caption-text\">Gohu Ikan<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk rasa Gohu nya mantap banget deh, empuk dan gurih2 asam manis gitu. Dimakan dengan popeda + kuah kuning, nikmat rasanya. Wajib dicoba sih ini kalau ke Ternate. Selain gohu masih banyak juga sebenarnya makanan yang disajikan di warung ini. Untuk harganya lumayan mahal ya, 1 porsi papeda + gohu + pisang rebus uang yang harus disediakan adalah Rp 70.000. Yang bikin mahal sih sepertinya Gohu nya ya, tapi menurut saya masih worth it kok karena rasanya yang enak dan memang makanan khas daerah sini.<\/p>\nngg_shortcode_1_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Makan Siang di Popeda Gamalama<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selesai makan melanjutkan perjalanan Solo Traveling Ternate dengan langsung kembali tancap gas menuju Ngade. Sebelum sampai sana ternyata jalur yang dilalui melewati landmark pusat kota Ternate. Akhirnya mampir dulu untuk istirahat bentar dan foto-foto. Landmark kota Ternate sendiri berada di bagian timur pulau dan menghadap pantai dengan pemandangan pulau Halmahera di seberang. Tak jauh dari sini juga ada pantai Falajawa. Melihat posisinya yang menghadap timur harusnya sih bisa dijadikan tempat lihat sunrise ya, tapi di musim hujan gini apa bisa dapet? Besoknya lagi aja lah dicoba, sekarang foto2 seadanya dulu aja \ud83d\ude00 .&nbsp;&nbsp;<\/p>\nngg_shortcode_2_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Landmark Kota Ternate<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah istirahat sejenak di landmark Ternate lanjut lagi perjalanan Solo Traveling Ternate nya . Kali ini tujuannya adalah lokasi uang Rp.1000 . Ya uang 1000 jadul kan gambarnya pantai dengan latar belakang Gunung Tidore &amp; Pulau Maitara. Pantai tersebut ternyata lokasinya adalah di <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/91fq6HUryAraQy7S6\">Pantai Fitu<\/a> yang terletak di bagian selatan Pulau Ternate. Pantainya sendiri sih bukan tempat wisata ya, jadi ya kondisinya apa adanya, jangan harap ada pasir2 yang bisa buat bermain di sekitarnya. Yang dinikmati disini adalah pemandangan melihat kapal2 kecil bersandar atau sedang melaut dengan latar belakang Tidore + Maitara seperti di gambar uang 1000. Untuk masuk ke pantai ini gratis, karena memang bukan tempat wisata melainkan pantai kecil yang ada di belakang pemukiman warga.<\/p>\nngg_shortcode_3_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Pantai Fitu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuan Solo Traveling Ternate selanjutnya adalah Danau Ngade yang posisinya tak jauh dari Pantai Fitu, bahkan tadi sempat dilewatin saat menuju Pantai Fitu. Namun untuk mendapatkan spot foto pemandangan danau Ngade caranya bukan masuk ke kawasan danaunya yang dibawah ya, tapi rutenya adalah sekitar 25 meter setelah pintu masuk danau, ada jalan desa naik keatas. Ikutin saja jalan itu nanti setelah 1 KM melalui jalan menanjak di kanan jalan akan ketemu <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/5GDDAUDJ2gvGRz1E7\">Danau Laguna Tangga Seribu<\/a>. Dari sini terlihat jelas pemandangan indah danau Ngade. Danau unik ini tampak besar dengan air kehijauan, kontras dengan lautan biru di dekatnya. Pemisah danau dan lautan ini hanya sedikit bagian tanah yang menjadi jalan raya. Pepohonan hijau di sekeliling danau menambah indahnya pemandangan yang bisa disaksikan dari atas sini. Di sini juga sudah disediakan fasilitas seperti tempat spot foto dari kayu sebanyak 2 lokasi, sepeda layang, dan ayunan. Ada pula warung jika anda ingin makan atau sekedar minum air kelapa muda. HTM disini adalah 5000 untuk parkir motor + 5000 per lokasi tempat anda foto. Alternatif lain untuk mengambil gambar danau Ngade, anda bisa menuju <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/SYtZA868Rtt91ehC6\">Villa Ngade<\/a>, sekitar 600 meter naik lagi dari Tangga Seribu tadi. Cuma disini hanya tersedia warung makan saja dan tempat duduk sederhana untuk menikmati pemandangan danau Ngade. Untuk HTM nya juga sama 5000 motor + 5000 lagi untuk foto.<\/p>\nngg_shortcode_4_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Danau Ngade<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah puas menikmati keindahan alam danau Ngade, saya melanjutkan perjalanan Solo Traveling Ternate dengan kembali lagi ke kota, dan tentu saja mampir dulu ke <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/pjobHC87XxVNZDwa7\">Benteng Kalamata<\/a>. Benteng ini berada di bibir pantai kota Ternate tepatnya di jalan Kalamata, kelurahan Bastiong. Benteng ini dibangun tahun 1540 oleh Antonio Pigaveta dari Portugis sebagai benteng pertahanan dalam rangka perluasan daerah kekuasaan Portugis di pulau Ternate. Benteng ini merupakan bangunan berbentuk poligon memiliki 4 bastiong runcing di ujungnya yang dilengkapi sebuah lubang bidik. Pada kelanjutannya benteng ini sempat berganti pemilik \/ penguasanya, mulai dari Portugis, Spanyol, Belanda, Sultan Tidore, sampai tahun 1843 Residen van Helbeck (Belanda) resmi mengosongkan benteng ini. Untuk penjelasan lebih lengkap bisa dilihat di salah satu foto yang ada di galery ya. Untuk HTM ke Benteng Kalamata gratis alias ga perlu bayar apa2.<\/p>\nngg_shortcode_5_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Benteng Kalamata<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selesai dari benteng Kalamata saya balik lagi ke kota untuk istirahat sekaligus check in penginapan. Saya menginap di <a href=\"https:\/\/g.page\/WismaAira?share\">Wisma Aira<\/a> yang tak jauh dari Kedaton Ternate. Tarif per malam di sini kalau beli di aplikasi 220 ribu, ternyata besoknya pas saya perpanjang 1 hari sama ownernya diinfo cukup bayar 180 ribu saja, dan sama beliau juga disarankan ntar sebaiknya kalo kesini lagi langsung aja ga perlu lewat aplikasi karena lebih murah harganya. Baru sore menjelang malam saya keluar untuk mencari makan malam. Tujuan sebenarnya adalah ke Royal Resto &amp; Hall karena saya mengincar makanan sayur lilin. Tapi pas kesana menu itu ga ada &amp; yang tersedia hanya makanan2 biasa aja yang bisa dijumpai dimana saja. Melihat tempatnya restoran yang elit kemungkinan harganya akan sangat mahal \ud83d\ude00 , makanan yang bisa dijumpai dimana saja, suasana yang biasa aja tanpa ada sesuatu yang unik + makanan khas yang dicari ga ada saya ga jadi makan disitu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah melihat peta yang diberikan saat sewa motor tadi saya kepikiran untuk pindah saja ke <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/DKkV9rpNtYAww7wh6\">Grand Fatmah<\/a>. Lokasi restoran ini ada di ketinggian lereng gunung Gamalama, tepatnya di dekat Taman Moya Mabuku yang berjarak sekitar 4 KM dari pusat kota. Untuk menuju kesini jalan yang dilalui lumayan menanjak, tapi jalanannya sudah bagus aspal, kayanya emang seluruh jalan di Ternate &amp; Tidore mau jalan masuk kampung juga sudah aspal bagus semua deh \ud83d\ude00 . Restorannya sendiri sepertinya baru dibangun, karena saya lihat review di Google Map belum ada, tapi karena rekomendasi dari saat tadi sewa motor ya saya coba aja karena kan rekomendasi dari warga lokal ya biasanya rekomended.&nbsp; Untuk menu makannya memang biasa saja sih, makanan2 pada umumnya seperti nasi goreng, mie goreng, sop daging, dll. Tapi cukup rekomended kok makan disini. Karena memang yang didapat disini adalah pemandangannya. Dengan posisi restoran yang di dataran tinggi dan menghadap timur, kita bisa menikmati suasana malam hari kota Ternate di pesisir pantai. Lampu kelap-kelip kota &amp; lampu kapal tengah lautan menghiasi gelapnya malam cukup memanjakan mata di malam hari. Kalau datang siang hari disini bisa mendapatkan pemandangan indah pulau Halmahera &amp; Tidore, cuma karena saya sudah mendapatkan itu dari puncak Ngade tadi, makanya saya memilih untuk malam saja kesininya.<\/p>\nngg_shortcode_6_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Suasana Tempat Makan Grand Fatmah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Restoran nya juga bagus tempatnya luas &amp; nyaman. Untuk menu makan malam ini saya memilih nasi goreng Fatmah. Nasi goreng yang mendapatkan toping telur ceplok + ayam fillet bumbu hitam. Ya standar nasi goreng lah, rasanya lumayan enak, porsi banyak bikin kenyang. Harganya lumayan mahal ya 53 ribu untuk 1 porsi nasi goreng + teh hangat. Ya gak apa2 lah sekali2 apalagi mendapatkan pemandangan bagus suasana malam kota Ternate dari ketinggian.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1534\" aria-describedby=\"caption-attachment-1534\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ke-ternate-tidore-kota-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/img_20211127_193139\/\" rel=\"attachment wp-att-1534\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1534 size-medium\" src=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211127_193139-300x225.jpg\" alt=\"Solo Traveling Ternate - Nasi Goreng Grand Fatmah Resto\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211127_193139-300x225.jpg 300w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211127_193139-1024x766.jpg 1024w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211127_193139-768x575.jpg 768w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211127_193139-695x520.jpg 695w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211127_193139.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1534\" class=\"wp-caption-text\">Nasi Goreng Fatmah<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kenyang dan puas menikmati suasana malam dari ketinggian saya balik ke hotel untuk istirahat dan melanjutkan jalan-jalan hari esok. Cerita untuk hari kedua dst, lanjut ke halaman berikutnya ya&#8230;<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Minggu 28 November 2021, pagi itu langit mendung meski ngga hujan. Tapi keinginan untuk mencoba melihat sunrise di pantai Ternate tetap ada. Ya kalau ga dapet berarti jalan-jalan pagi aja di landmark Ternate &amp; pantai Falajawa. Sunrise di Ternate harusnya sekitar jam 06:20, sejak pagi2 saya sudah di landmark Ternate jalan2 pagi disana sambil main PokemonGo karena ada beberapa gym disana. Akhirnya waktu sunrise tiba, tapi ya karena emang mendung, sunsetnya ga dapet yang wah, dapet seadanya saja, atau bisa dibilang gagal \ud83d\ude00 .<\/p>\nngg_shortcode_7_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Sunrise Ternate<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah selesai menikmati suasana pagi hari di landmark Ternate &amp; pantai Falajawa saatnya untuk cari sarapan. Tempat makan yang saya tuju adalah <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/EZ2NBfbhjheYGopYA\">RM Al-Hikmah<\/a> yang konon katanya tempat makan nasi kuning yang tersohor disini. Menu yang saya pesan adalah Nasi Kuning Ikan. Makanan nasi kuning yang disajikan dengan toping potongan ikan tongkol bumbu khas, mie kuning, kering kentang tipis2, dan acar mentimun. Kurang lengkap kalau makan nasi kuning tanpa kerupuk. Saya mengambil kerupuk bawang yang dijual terpisah dan diletakkan di meja makan untuk melengkapi sajian ini. Untuk rasa nasi kuning nya menurut saya lumayan enak &amp; bumbu rempahnya cukup kuat. Tongkolnya empuk. 1 porsi nasi kuning ikan + kerupuk dihargai 28 ribu. Kalo dibandingkan dengan dulu waktu makan nasi kuning Manado di RM Saroja Manado yang harganya mirip2 sih menurut saya masih menang nasi kuning Manado \ud83d\ude00 .&nbsp;&nbsp;<\/p>\nngg_shortcode_8_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Sarapan Nasi Kuning di RM Al-Hikmah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selesai sarapan saya kembali ke penginapan untuk mandi dulu &amp; persiapan melanjutkan perjalanan Solo Traveling Ternate. Tujuan berikutnya adalah <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/hoijZ6dkEYhZMkjL8\">Batu Angus<\/a>. Batu Angus merupakan sebuah wilayah yang mempunyai kontur unik bebatuan bekas hasil letusan lahar Gunung Gamalama. Lahar-lahar yang mengalir dari puncak Gunung di masa lampau, kini mengering dan menjadi bebatuan besar yang tersebar hingga ke tepian tebing pesisir lautan. Batu Angus merupakan salah satu bukti nyata kedahsyatan letusan gunung Gamalama yang terjadi pada tahun 1673 dan menyebabkan bencana yang luar biasa pada waktu itu. Pemandangan yang didapat dari sini adalah bisa melihat puncak Gamalama, kebetulan pas saya kesitu sempat kebagian puncak Gamalama yang tanpa tertutup kabut selama beberapa menit. Sementara pemandangan di sisi lain adalah birunya lautan lepas dengan pulau Halmahera juga kelihatan dari sini. HTM masuk ke kawasan geowisata ini adalah seiklasnya saja yang dibayar ke bapak2 penjaga pos sebelum masuk kawasan.&nbsp;<\/p>\nngg_shortcode_9_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Kawasan Geo Wisata Batu Angus<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Puas menikmati pemandangan Batu Angus, melanjutkan perjalanan Solo Traveling Ternate, saya kembali memacu motor menuju pantai Sulamadaha yang berjarak sekitar 15 menit perjalanan dari Batu Angus. Untuk masuk kawasan pantai Sulamadaha harga tiket yang perlu dibayar adalah 6 ribu saja. <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/o3TYEh6p6YZ19iVi6\">Pantai Sulamadaha<\/a> sendiri dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama adalah pantai dengan pasir hitam dengan ombak yang tenang yang dekat dengan pintu masuk kawasan. Disini juga disediakan fasilitas tempat nongkrong kursi-kursi menghadap pantai dan beberapa warung. Di tepian pantai bisa juga menikmati pemandangan pulau Hiri yang ada di seberang pantai.<\/p>\nngg_shortcode_10_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Pantai Sulamadaha dengan pasir Hitamnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara untuk bagian kedua adalah <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/727CxFShPq7v4cZX7\">Hol Sulamadaha<\/a>. Sebuah pantai tersembunyi yang berada di sebuah teluk kecil. Untuk kesini jika menggunakan motor masih bisa masuk dengan melewati jalan kecil disamping tebing batu pinggir pantai. Sementara jika menggunakan mobil maka anda harus jalan kaki sekitar 250 meter untuk menuju kesana. Untuk masuk kesini hanya dikenakan tambahan biaya parkir motor 5000 saja. Di hol ini suasananya cukup sepi padahal hari minggu, apalagi kalau hari biasa mungkin akan lebih mantap lagi. Di Hol Sulamadaha ini yang bisa dinikmati adalah melihat air yang bening sampai cukup terlihat dasarnya, serta airnya sangat tenang, membentu kradasi warna hijau tosca, biru. Hijaunya pepohonan, gagahnya tebing batu karang menambah suasana indah disini. Disini juga tersedia warung makan, tempat penyewaan alat-alat snorkling &amp; perahu. Bagi yang hobi snorkling tempat ini cocok dijadikan tujuan karena airnya yang jernih &amp; tempatnya yang nyaman juga tidak terlalu ramai. Karena saya tidak bisa berenang jadi tidak berani untuk snorkling ditambah cuma bawa uang pas-pasan \ud83d\ude00 jadinya ya cukup menikmati pemandangan alam serta berendam sebentar di Hol Sulamadaha sudah jauh lebih dari cukup untuk menghilangkan penat kesibukan di ibukota. Sekedar saran untuk yang kesini berenang atau snorkling enaknya sih pagi hari saat belum terlalu panas, tapi untuk yang hunting foto baiknya datang siang hari saat matahari sudah bersinar sempurna, karena kalo masih pagi kejernihan air tidak sesempurna terlihat saat ketika matahari benar2 pas menyinari dengan sempurna.<\/p>\nngg_shortcode_11_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Hol Sulamadaha<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selesai dari pantai Sulamadaha lanjut ke tujuan Solo Traveling Ternate berikutnya. Tempat yang dituju adalah <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/sAsSVE4KSmcY4WBU9\">Pantai Jikolomamo<\/a>, yang bisa ditempuh kurang lebih 15 menit dari Sulamadaha. HTM ke pantai Jikolomamo cukup bayar 5000 saja sebagai ganti biaya parkir motor. Letak pantai ini adalah di ujung sebelah utara &amp; barat pulau Ternate. Pantai ini posisinya berada di teluk kecil yang membuat ombaknya juga tenang. Keindahan utama pantai ini tentu saja karena airnya yang sangat jernih, bahkan dasar laut nya yang berupa bebatuan &amp; pasir terlihat jelas saat matahari dengan sempurna menyinarinya. Menikmati pemandangan indah warna biru transparan jernihnya air laut yang menutupi dasara laut bebatuan dan pasir di tambah pemandangan pulau hiri di seberang membuat mata ini tidak bosan untuk terus menikmatinya &amp; ambil foto suasana pantai. Sayangnya saya kesini pas hari minggu dimana suasana ramai, jadi berendam cuma sebentar saja karena malas berkerumunan banyak orang dan lebih banyak menghabiskan waktu santai duduk2 menikmati indahnya pemandangan pantai dan jernihnya air laut disini serta pulau2 yang ada di sekitarnya. Bagi yang bisa snorkling tempat ini sangat cocok lah untuk dijadikan wisata snorkling karena airnya yang jernih dan dasar lautannya yang masih cukup bersih. Disini juga ada tempat sewat speedboat jika mau naik speedboat. Kurang lebih satu seperempat jam saya bersantai menikmati pemandangan disini sambil tidak bosan untuk ambil foto pemandangan sekitar yang membuat rasa penat hilang.<\/p>\nngg_shortcode_12_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Foto Pantai Jikolomamo<\/p>\n<div style=\"width: 720px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-1522-1\" width=\"720\" height=\"404\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/VID_20211128_104401-resize.mp4?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/VID_20211128_104401-resize.mp4\">https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/VID_20211128_104401-resize.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p style=\"text-align: center;\">Video suasana Pantai Jikolomamo<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Puas menikmati pantai Jikolomamo saatnya lanjut ke tujuan Solo Traveling Ternate berikutnya yaitu Danau Tolire Besar. Namun sebelum sampai sana sejenak saya mampir ke <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/GiZgisyqGUbb6a1UA\">Danau Tolire Kecil<\/a> yang jaraknya tak jauh dari Tolire Besar. Danau Tolire kecil sendiri berada di pinggir pantai, dengan hanya dipisahkan beberapa meter pasir hitam antara danau dan pantai. Tapi pemandangan disini tentu tidak seepik danau Ngade, karena danaunya hanya kecil saja. Di sekitaran danau anda bisa bermain pasir atau menikmati meletakkan kaki di ombak lautan lepas yang ada di seberang danau. Disini juga terdapat beberapa gazebo dan warung2 jika ingin sambil nongkrong dan makan2.<\/p>\nngg_shortcode_13_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Danau Tolire Kecil<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebentar saja di danau Tolire Kecil saya melanjutkan perjalanan Solo Traveling Ternate ke <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/SpUbxjDA7Vqj9Aao9\">Danau Tolire Besar<\/a> yang tak jauh dari situ. Sekilas tentang Danau Tolire Besar, danau ini terbentuk akibat aktivitas vulkanik Gunung Gamalama. Awalnya terjadi gempa tektonik pada 5 September 1775 yang kemudian memicu erupsi besar Gunung Gamalama yang terjadi pada 7 September 1775. Erupsi itu menenggelamkan sebuah kampung bernama Solea Takomi, dan terbentuklah Danau Tolire yang menjadi lubang raksasa di tubuh Gamalama. Jadi Tolire adalah danau kawah. Danau Tolire Besar ini luas permukaannya sekitar 5 ha, dan dalamnya dari tepi tebing hingga permukaan air danau 50 m, untuk kedalaman danaunya sendiri belum pernah ada yang berhasil mengkurnya. Sementara kalau menurut segi mistis atau legenda, danau ini terbentuk karena sebuah kisah pilu. Danau ini dulunya adalah kampung, namun karena ada salah satu warga bapak dan anak yang melakukan hubungan sedarah sampai bapak itu menghamili anaknya makanya dikutuklah kampung ini menjadi Danau Tolire Besar dan warga2 disini yang ikut menjadi korban dari kutukan itu berubah menjadi siluman buaya putih yang menghuni danau. Sementara sang anak sempat mencoba melarikan diri ke pantai, namun belum sampai jauh kutukan sudah mengenai dirinya, sehingga jadilah Danaau Tolire Kecil yang dipercaya sebagai tempat akhir pelarian sang anak sebelum kena kutuk. Hal unik lainnya adalah jika kita melempar batu ke danau ini, batu tersebut tidak akan pernah sampai tenggelam atau bahkan mendekat danau. Walaupun sudah melempar sekuat tenaga dan sejauh mungkin, jangan harap batunya jatuh ke air apalagi sampai ke tengah danau. Saya sih sudah mencobanya dan memang hasilnya seperti itu \ud83d\ude00 . HTM ke obyek wisata ini 6000 saja, sementara fasilitas yang ada disini ada beberapa warung makan, dan tempat istirahat yang bisa dipakai jika anda membeli dari warung2 sekitar. Sama satu lagi, anda harus hati2 ya saat berada di pinggir danau, karena tidak ada pengaman sama sekali, dan ada beberapa batuan yang bisa menyandung kaki, jika kurang hati2 bisa bahaya jatuh kebawah.<\/p>\nngg_shortcode_14_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Danau Tolire Besar<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah puas menikmati keindahan danau Tolire Besar saya melanjutkan perjalanan Solo Traveling Ternate ke <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/T9Th2BTi7efTMmMt6\">Benteng Kastela<\/a>. Saat perjalanan hujan lumayan deras sempat mengguyur. Untungnya saya bawa mantel jadi ga kebasahan, dan ketika sampai benteng kondisi hujan sudah reda. Benteng Kastela terletak di bagian sebelah barat &amp; selatan pulau Ternate ini memiliki lahan seluas 2.724 meter persegi dengan bentuk segi empat dan tersusun dari batu gunung dan kapur.&nbsp; Benteng ini dibangun oleh orang Portugis Antonio de Brito dan baru bisa diselesaikan pada tahun 1540 oleh Jorge de Castro. Pada tahun 1570 sempat terjadi pembunuhan Sultan Ternate oleh Portugis di benteng ini yang memicu kemarahan &amp; perlawanan rakyat Ternate sampai akhirnya pada tahun 1575 Sultan Babullah berhasil mengusir Portugis dari Ternate. Sempat diduduki bangsa Spanyol, pada tahun 1660 lalu benteng ini dihancurkan dan yang tersisa kini cuma sisa puing2nya saja. Untuk penjelasan lebih detail bisa dilihat di salah satu foto pada gallery. Tak jauh dari benteng ada pantai Kastela yang merupakan spot foto sunset. Namun karena masih siang jadi saya ga mampir dulu kesana dan lanjut ke tujuan berikutnya.<\/p>\nngg_shortcode_15_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Benteng Kastela<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah dari Benteng Kastela tujuan Solo Traveling Ternate berikutnya adalah kembali ke kota yaitu ke Benteng Fort Oranje. Namun di tengah perjalanan saya mampir dulu ke <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/HWXermjTVKjQbQi28\">Kebon Cengkeh Gambesi<\/a> yang lokasinya tak jauh dari Universitas Khairun. Kebun cengkeh yang tak begitu lebar ini cukup menarik perhatian. Dengan dikelilingi rumput hijau disekitarnya cukup enak sepertinya untuk di foto. Namun sepertinya saya kesini di waktu yang kurang tepat, karena saat itu kebun cengkehnya sedang tandus tidak ada daun2nya, mungkin memang belum musimnya ya. Jadi hanya mampir bentar saja untuk foto-foto karena memang tempatnya sendiri sedang tidak buka. Salah satu spot yang cukup menarik adalah rumah tua yang ada di tengah-tengah kebun.<\/p>\nngg_shortcode_16_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Kebun Cengkeh Gambosi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selesai dari kebun cengkeh saya melanjutkan perjalanan pulang tapi lagi-lagi ditengah jalan hujan deras mengguyur. Karena sudah malas bawa motor sambil hujan akhirnya saya cari warung untuk berhenti istirahat &amp; makan siang yang terlambat. Cari warung seadanya saja ga lagi cari yang khas karena memang sudah lapar &amp; kedinginan karena hujan. Terlihat di pinggir jalan sekitaran daerah Jalan Yos Sudarso ada warung yang ramai, <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/cKc8ntBJWE9X3HVK9\">RM Pak RT<\/a> cabang Pelabuhan akhirnya saya memilih makan disini saja. Menu yang dipilih adalah ayam bakar yang bisa memilih sendiri mana potongan ayam yang dimau. Rasa ayam bakarnya cukup enak, sambal ga terlalu pedas sesuai selera saya yang ga boleh makan terlalu pedas gara2 sakit lambung, dan nasi bisa ambil sepuasnya. Yang terpenting adalah harganya murah, 1 porsi 14 ribu saja, makanan paling murah selama 2 hari Solo Traveling Ternate \ud83d\ude00 .<\/p>\nngg_shortcode_17_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">RM Pak RT Jl. Yos Sudarso<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perut sudah kenyang &amp; hujan sudah reda saatnya kembali melanjutkan perjalanan Solo Traveling Ternate ke tujuan berikutnya yaitu <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/viAfreb7LV46s1QY6\">Benteng Ford Oranje<\/a>. Sekilas tentang benteng ini, Benteng Fort Oranje berdiri di jalan Boe Irie, Kecamatan Ternate Tengah, kota ternate dan berdiri di lahan seluas 12.680 meter persegi, berbentuk trapesium serta memiliki 4 buah bastiong pada setiap sudutnya. Pada tahun 1607 Laksamana VOC Cornelis matelieff de Jonge berhasil membantu Sultan Ternate untuk mengusir bangsa Spanyol sehingga diijinkan untuk membangun benteng disini yang merupakan bekas Benteng Maleyo dulu. Benteng ini selesai dibangun pada tahun 1609 dan oleh Paulus van Carden penguasa Belanda saat itu di Maluku dirubah namanya menjadi Fort Oranje. Penjelasan lebih lengkap bisa dilihat di salah satu foto pada galery. Untuk HTM ke benteng ini gratis. Sayangnya benteng ini kurang begitu terawat ya, cukup kumuh di beberapa lokasi dengan beberapa sampah terlihat. Padahal ini adalah salah satu peninggalan sejarah yang sebaiknya dirawat &amp; bisa menjadi tempat wisata yang bagus &amp; nyaman.<\/p>\nngg_shortcode_18_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Benteng Fort Oranje<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selesai dari fort oranje saya balik ke penginapan, sambil mampir dulu ke Alfamart buat beli minum dan cemilan. Hujan deras kembali mengguyur saat perjalanan pulang dari Fort Oranje ke penginapan, untungnya jarak sudah dekat jadi ga terlalu lama kehujanan. Ya karena posisi Ternate yang dekat gunung serta pantai + emang lagi musimnya kali ya, emang cuaca disini sering tidak menentu sih, kadang bisa panas banget sampe kulit item, tapi tiba2 bisa langsung hujan.&nbsp; Sambil istirahat di penginapan nyemil dulu kacang atom Zico buatan Tomohon Sulawesi Utara. Cemilan yang kalau di kampung saya di Jatim disebut &#8220;canggai&#8221; ini memang favorit sejak dari masih kecil sih \ud83d\ude00 .<\/p>\n<figure id=\"attachment_1666\" aria-describedby=\"caption-attachment-1666\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ke-ternate-tidore-kota-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/img_20211128_152442\/\" rel=\"attachment wp-att-1666\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1666 size-medium\" src=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211128_152442-300x225.jpg\" alt=\"Solo Traveling Ternate - Cemilan di hotel\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211128_152442-300x225.jpg 300w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211128_152442-1024x766.jpg 1024w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211128_152442-768x575.jpg 768w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211128_152442-695x520.jpg 695w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211128_152442.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1666\" class=\"wp-caption-text\">Nyemil Canggai<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sore hari sebenarnya saya berniat kembali ke pantai Kastela untuk lihat sunset, tapi apa daya hujan deras mengguyur kota Ternate sehingga saya ya meneruskan istirahat saja di hotel sambil menunggu hujan reda. Hujan baru reda sekitar jam 7:30 malam dan saya keluar jalan2 menikmati malam hari di kota sambil cari warung untuk cari pengganjal perut saja di malam hari karena sudah terlalu malam dan tadi sudah nyemil nanggung kalo makan besar lagi. Akhirnya setelah muter2 lumayan lama saya memilih berhenti di <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/7B8eWfxGPtZ7qRw38\">Jalan Tapak<\/a>, pinggir pantai sebelum pasar Higenis yang sebenarnya lokasinya tidak jauh dari penginapan. Disini terdapat banyak penjual makanan cemilan Khas ternate, yaitu Pisang Mulu Bebe &amp; Air Guraka. Air Guraka adalah minuman khas Maluku Utara yang terbuat dari gula aren, jahe dan kenari. Cara membuatnya, jahe parut dan gula aren direbus terlebih dahulu dengan air hingga mendidih. Kemudian disaring sebelum disajikan, agar racikan jahe dan gula tadi menyatu. Sedangkan kenari, ditambahkan setelah air guraka siap disajikan sebagai pelengkap. Sementara Pisang Mulu Bebe merupakan pisang khas Maluku Utara. Dinamakan mulu bebek karena bentuk buahnya unik, melengkung menyerupai mulut bebek. Cara penyajiannya adalah pilih pisang yang masih hijau. Setelah dikupas, pisang mentah ini diiris tipis-tipis dan direndam air garam selama sekitar 10 menit. Setelah itu, goreng pisang sampai garing. Ada pula sambal cocol, kacang goreng dan teri goreng sebagai hidangan pelengkap makanan khas ini. Sungguh nikmat rasanya dingin2 menyantap makanan yang anget2 begitu sambil menikmati suasana malam pinggiran pantai kota Ternate. 1 porsi pisang mulu bebe + air guraka harganya 60 ribu, cukup mahal sih, karena makanan khas ya gak kecewa lah meski mahal. Tapi memang porsinya banyak banget sebenarnya cocok untuk buat 2-3 orang, saya juga ga habis makan disitu, sisanya saya bungkus bawa balik untuk dijadikan sarapan besok. Setelah perut sudah cukup terganjal saya kembali ke penginapan untuk istirahat dan melanjutkan perjalanan besok menuju pulau Tidore.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1667\" aria-describedby=\"caption-attachment-1667\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ke-ternate-tidore-kota-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/img_20211128_203408\/\" rel=\"attachment wp-att-1667\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1667 size-medium\" src=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211128_203408-300x225.jpg\" alt=\"Solo Traveling Ternate - Kuliner Pisang Mulu Bebe &amp; Air Guraka\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211128_203408-300x225.jpg 300w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211128_203408-1024x766.jpg 1024w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211128_203408-768x575.jpg 768w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211128_203408-695x520.jpg 695w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211128_203408.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1667\" class=\"wp-caption-text\">Pisang Mulu Bebe dan Air Guraka<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjalanan ke Tidore sebenarnya tidak masuk rencana awal, karena sebenarnya saya hanya berniat ke Ternate saja dan Senin pagi sudah balik ke Jakarta. Namun karena oleh maskapai karena alasan operasional maka jadwal penerbangan yang harusnya hari Senin dipindah hari Selasa esok paginya lagi dan mau cari ganti pesawat hari Senin kemahalan harganya sudah diatas 1.8 juta yang artinya hampir 2x lipat tiket yang saya punya mending uang selisih harga segitu buat perpanjang nginep disini aja sampil nyoba ngerasain nyebrang ke pulau Tidore. Untuk cerita di hari ketiga, lanjut ke halaman berikutnya ya&#8230;<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Senin 29 November 2021, karena sudah menetapkan tujuan hari ini ke Tidore, maka pagi2 saya sudah check out hotel. Di website resmi <a href=\"https:\/\/www.indonesiaferry.co.id\/\">https:\/\/www.indonesiaferry.co.id\/<\/a> disitu tertulis bahwa jadwal kapal ke Tidore berangkat jam 7 pagi, maka jadinya jam 6:25 sudah berada di <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/XpNw8XrwXefu5Bwz9\">Pelabuhan Bastiong<\/a>. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan yang melayani rute kapal ferry jarak pendek di dalam provinsi Maluku Utara salah satunya adalah ke Tidore. Selain Bastiong di pulau Ternate ada juga Pelabuhan Ternate sebagai pelabuhan utama dan juga Pelabuhan Mangga Dua.<\/p>\nngg_shortcode_19_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Suasana Pelabuhan Bastiong<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternyata pas sampe sana diinfo sama petugas bahwa kapal yang ke Tidore berangkatnya baru jam 8 dan jam segitu tiket belum dibuka untuk yang ke Tidore. Jadilah akhirnya saya harus menunggu di ruang tunggu pelabuhan. Sambil menunggu sarapan dulu lah, sama roti yang dikasih dari penginepan dan sisa pisang mulu bebe yang dibeli kemarin.&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_1687\" aria-describedby=\"caption-attachment-1687\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ke-ternate-tidore-kota-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/img_20211129_060028\/\" rel=\"attachment wp-att-1687\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1687 size-medium\" src=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_060028-300x225.jpg\" alt=\"Solo Traveling Ternate - Roti Produksi Lokal Ternate\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_060028-300x225.jpg 300w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_060028-1024x766.jpg 1024w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_060028-768x575.jpg 768w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_060028-695x520.jpg 695w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_060028.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1687\" class=\"wp-caption-text\">Roti Produksi Lokal Ternate<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Habis selesai sarapan seadanya itu kok suntuk ya nunggu lama di pelabuhan, jadi keinget info awal pas sewa motor kalo mau ke Tidore bisa menggunakan ferry atau naik speedboat, akhirnya saya inisiatif tanya orang2 dimana bisa naik speedboat, yang ternyata <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/hgW2zD7iaRvJsmin6\">lokasi tempat sandar speedboat<\/a> ga jauh dari pelabuhan ferry, hanya sekitar 500 meter saja. Beda dengan kapal ferry yang terjadwal kapal speedboat akan berangkat jika minimal sudah dapat 10 motor yang ikutan naik. Sekitar 25 menitan menunggu akhirnya kapal penuh dan mulai berangkat menuju Tidore pukul 07:40. Tarif speedboat ke Tidore adalah 10 ribu untuk penumpang &amp; 20 ribu untuk motor. Mantap lah ini pengalaman pertama saya naik speedboat antar pulau sambil bawa motor lagi \ud83d\ude00 . Motor ditaruh diatas speedboat, sementara dibawah ada deck yang bisa diisi penumpang, tapi saya memilih untuk duduk diatas saja biar bisa menikmati pemandangan dan sensasi naik speedboat. Kurang lebih 15 menit perjalanan akhirnya sudah sampai di<a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/8CaCTZMp6Z4gAwXz9\"> Pelabuhan Rum<\/a> Tidore. Pemandangan yang disajikan tentu saja gunung pulau Maitara dan lautan biru, sementara jika menengok ke belakang Gunung Gamalama pulau Ternate juga terlihat, tapi karena lagi kemaruk merasakan sensasi naik speedboat, jadinya ga banyak ambil foto disini \ud83d\ude00 .<\/p>\nngg_shortcode_20_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Naik Speedboat menuju Tidore<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena sebenarnya di Tidore tidak banyak tempat yang bisa dikunjungi dan tujuan utama sebenernya cuma pengen merasakan naik kapal nyebrang pulau saja ya sudah saya jalan2 santai aja naik motor mengelilingi pulau, sambil foto2 pemandangan yang bagus saja di sepanjang jalan. Tujuan pertama adalah <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/PieahYUAHhZRgPEeA\">Monumen Bendera<\/a> yang berada di pinggir pantai daerah Mareku. Di monumen inilah dulu pertama kali bendera merah putih berkibar di Tidore, pada tanggal 18 Agustus 1946. Butuh waktu 1 tahun agar kemerdekaan Indonesia bisa diketahui di Tidore mengingat jaman dulu alat komunikasi tak secanggih sekarang. Dengan berkibarnya bendera itu otomatis mengisyaratkan bahwa Tidore bersedia menjadi bagian dari NKRI. Berawal dari peristiwa bersejarah itulah maka dibangun monumen ini sekitar tahun 2009.<\/p>\nngg_shortcode_21_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Monumen Bendera<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah berfoto sebentar di monumen bendera saya melajukan motor kembali. Hati-hati ya kalo mengendarai motor di jalan raya Tidore, soalnya banyak asu alias anjing jalanan yang suka tiba2 muncul atau bahkan nongkrong di jalanan, kalo ga hati2 bisa nabrak \ud83d\ude00 .<\/p>\nngg_shortcode_22_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Anjing jalanan banyak berkeliaran di jalan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuan berikutnya adalah menuju benteng Tahula yang berada di bagian selatan timur pulau Tidore. Sepanjang perjalanan menuju kesana saya beberapa kali berhenti untuk sekedar memfoto pemandangan pantai dan gunung yang cukup indah ketika dilalui.&nbsp;&nbsp;<\/p>\nngg_shortcode_23_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Beberapa Pemandangan Pesisir Tidore Sebelah Barat &amp; Selatan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhirnya sekitar jam 9:10 pagi sampai juga di <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/uwpXA2BqisWbnTbJA\">Benteng Tahula<\/a>. Benteng ini lokasinya diatas bukit ya, jadi jika anda ingin kesini siapkan tenaga ekstra, karena akan cukup lumayan menguras tenaga saat berjalan mendaki dari pintu masuk ke benteng yang lokasinya cukup tinggi dengan tanjakan yang lumayan terjal. Sekilas tentang benteng Tahula, benteng ini terletak di jalan Sultan Syaifudin, desa Sio Sio, Kecamatan Tidore. Benteng ini dibangun oleh bangsa Spanyol mulai dibangun pada tahun 1610 oleh Cristobal de Asqueta Menchacha namun baru selesai tahun 1615 pada masa pemerintahan gubernur Spanyol Jeronimo da Silva. Spanyol menggunakan benteng ini sampai tahun 1662. Info lebih lengkap bisa dilihat di foto yang ada pada galery. Untuk masuk ke benteng ini tidak ada biaya apapun hanya siapkan saja fisik untuk mendaki.<\/p>\nngg_shortcode_24_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Benteng Tahula<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah dari benteng Tahula tujuan berikutnya adalah <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/wo9jJc2bveBDfFbr8\">Benteng Torre<\/a>. Lokasinya tak jauh dari benteng Tahula hanya sekitar 1 KM saja. Sekilas tentang Benteng Torre, benteng ini menghadap ke tenggara dan berbentuk segi empat dengan tambahan di angunan setengah lingkaran di sisi barat daya atau kanan depan. Benteng ini dibangun atas perintah Sancho de Vasconcelos setelah mendapat ijin dari Sultan Gapi Baguna tanggal 6 Januari 1578. Ijin ini didapat setelah Portugis diusir dari Ternate oleh Sultan Babullah karena membunuh Sultan Khairun tahun 1570. Nama Torre kemungkinan berasal dari nama kapten Portugis pada saat itu yaitu Hernando De La Torre. Untuk masuk ke benteng ini tidak dikenakan biaya alias gratis.<\/p>\nngg_shortcode_25_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Benteng Torre<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah dari benteng Torre rencananya saya ingin mampir ke <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/SnHkY92YiLSYE6DL8\">Kedaton Kesultanan Tidore<\/a>. Tapi saat itu sepertinya kedaton sedang tidak dobuka untuk umum, pintu gerbangnya tertutup rapat &amp; dikunci, jadinya ya hanya bisa foto dari luar kejauhan saja, sehingga saya tidak banyak mendapatkan informasi mengenai kedaton ini. Untuk info lebih lanjut mengenai kedaton ini bisa dibaca di sumber <a href=\"http:\/\/architectureheritage.or.id\/detail\/181\/kedaton-sultan-tidore\">ini<\/a>.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1735\" aria-describedby=\"caption-attachment-1735\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ke-ternate-tidore-kota-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/img_20211129_1031252\/\" rel=\"attachment wp-att-1735\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1735\" src=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_1031252-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_1031252-300x225.jpg 300w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_1031252-1024x766.jpg 1024w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_1031252-768x575.jpg 768w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_1031252-695x520.jpg 695w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_1031252.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1735\" class=\"wp-caption-text\">Kedaton Kasultanan Tidore<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selesai ambil gambar kedaton, lanjut ke tempat berikutnya, kali ini tujuannya adalah <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/VuKbyLEerqZfGBmc7\">desa Guraubunga<\/a>. Gurabunga merupakan salah satu desa adat yang cukup unik di Tidore dan pada waktu tertentu ada penyelenggaraan festival adat disini. Karena saya kesini di hari biasa ya sedang tidak ada festival apapun. Cuma masih worth it kok kalau mau kesini. Desanya sangat asri dengan pemandangan puncak gunung Tidore yang terlihat tak begitu jauh serta bukit2 hijau di sekitarnya. Dengan ketinggian desa yang berada di 860 MDPL, kita akan merasakan udara yang sangat segar dan sejuk yang mendinginkan pikiran, jauh berbeda dengan kota Tidore dibawah yang udaranya cenderung cukup panas. Info lebih detail mengenai desa ini bisa dilihat dari sumber <a href=\"http:\/\/kebudayaan.kemdikbud.go.id\/bpcbmalut\/kampung-tua-gurabunga\/\">ini<\/a>. Tapi untuk kesini anda harus memastikan kendaraan dalam keadaan sehat dan layak, karena akan melewati banyak sekali tanjakan curam yang hampir 60 derajat. Dan ketika turun juga pastikan rem berfungsi dengan baik. Saat turun akan disuguhi pemandangan lautan lepas dengan pulau Halmahera yang indah. Sayangnya karena sambil mengendarai motor ya saya ga bisa mabil gambar, cukup menikmatinya saja sambil tetap hati2 tekan tuas rem karena turunan yang curam.<\/p>\nngg_shortcode_26_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Desa Gurabunga<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari sudah siang dan perut mulai keroncongan, saatnya mencari makan siang. Saya mengarahkan motor menuju <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/rrRZhSq8y1wjyPH8A\">Rumah Makan Ratu Sayang<\/a> yang berada di Jl. S. Parman, dekat pusat kota Tidore. Rumah makannya cukup sederhana, namun suasananya cukup nyaman. Disini juga ada full musik lagu2 Maluku utara yang diputar dengan suara lumayan keras. Disini saya memesan ikan bakar dabu-dabu. Bumbunya sih sepintas mirip kuah acar.&nbsp; Ikan nya empuk bumbu benar-benar meresap, dengan rasa yang asam manis, ada pedasnya sedikit mungkin karena bumbu cabe nya saya pinggirin karena saya ga boleh makan terlalu pedas \ud83d\ude00 , nikmat sekali. Ditambah dengan sayur yang saya ga tau namaya tapi kalo di tempat kampung saya sering disebut sayur bobor daun katu, serta pisang rebus yang empuk menambah mantap menu makan siang disini. 1 paket makanan diatas harganya 40 ribu saja, cukup murah jika dibandingkan dengan kemarin makan di Ternate.<\/p>\nngg_shortcode_27_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Makan Siang di RM Ratu Sayang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kenyang &amp; tempat2 yang mungkin dikunjungi sudah selesai dikunjungi semua akhirnya saya mulai perjalanan kembali ke pelabuhan Rum untuk menyeberang balik ke Ternate. Tapi sepanjang perjalanan saya juga banyak berhenti untuk menikmati keindahan alam pesisir timur &amp; utara pulau Tidore. Salah satunya adalah sempat berhenti di daerah Tosa. Disini dari kejauhan terlihat pulau Failonga, pulau kecil tak berpenghuni yang berada di sebelah timur Tidore. Jika nanti ada barengannya mungkin akan dijadwalkan kesini, karena pulau ini benar2 kosong &amp; sewa speedboat lumayan mahal kalo ditanggung sendiri. Konon pulau ini memiliki pasir pantai dan bebatuan yang indah, serta air yang jernih untuk tempat snorkling, tapi sebelum kesini harus mempersiapkan perbekalan yang matang, kraena disana benar2 tidak ada apa2.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1688\" aria-describedby=\"caption-attachment-1688\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ke-ternate-tidore-kota-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/img_20211129_123555\/\" rel=\"attachment wp-att-1688\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1688\" src=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_123555-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_123555-300x225.jpg 300w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_123555-1024x766.jpg 1024w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_123555-768x575.jpg 768w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_123555-695x520.jpg 695w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_123555.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1688\" class=\"wp-caption-text\">Pulau Failonga Terlihat Dari Kejauhan<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lanjut perjalanan saya juga sempat berhenti lagi di sekitaran Mafu Tutu. Disini terdapat hutan bakau yang tidak begitu besar, namun cukup bagus untuk di foto.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1689\" aria-describedby=\"caption-attachment-1689\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ke-ternate-tidore-kota-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/img_20211129_1243132\/\" rel=\"attachment wp-att-1689\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1689\" src=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_1243132-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_1243132-300x225.jpg 300w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_1243132-1024x766.jpg 1024w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_1243132-768x575.jpg 768w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_1243132-695x520.jpg 695w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_1243132.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1689\" class=\"wp-caption-text\">Pohon Bakau Pesisir Utara Tidore<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lanjut lagi saya mampir sebentar di pantai Mangofa yang berada di pesisir utara Tidore. Disini terlihat pemandangan pulau Ternate dengan gunung Gamalamanya, seerta lautan yang cukup jernih. Terdapat pula pelabuhan speedboat, mungkin disinilah tempat penyewaan speedboat yang menuju ke pulau Failonga ya.<\/p>\nngg_shortcode_28_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Pemandangan Pesisir Utara Tidore<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum sampai pelabuhan saya mampir sebentar di Monumen Juan Sebastian yang berada tak jauh dari pelabuhan Rum. Monumen ini sendiri dibuat untuk memperingati Juan Sebastian de Elcano beserta awak kapal Trinidad dan Victoria yang merapat di pulau Tidore pada tanggal 8 November 1521 dan melanjutkan pelayaran ke Spanyol pada tanggal 18 Desember 1521, dalam pelayarannya mengelilingi dunia yang pertama.<\/p>\nngg_shortcode_29_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Suasana di Monumen Juan Sebastian<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sini pelabuhan Rum sudah terlihat, saya nongkrong sebentar ngadem disini dibawah pohon, tak lama beberapa menit kemudian terlihat kapal ferry dari Ternate sudah mendekat ke pelabuhan Rum, jadi sepertinya jadwal nya akan sesuai jam 2 siang kapal berangkat dari pelabuhan Rum menuju Ternate.&nbsp;Tadi awal keluar dari pelabuhan sekitar pukul 08:00, dan sampai pelabuhan lagi sekitar pukul 13:45, jadi total waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi Tidore adalah cukup 5 jam 45 menit saja, sudah termasuk mampir ke beberapa lokasi wisata &amp; naik ke atas dataran tinggi desa Gurabunga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyeberangan kali ini dilayani oleh kapal ferry KMP Baronang. Untuk harga tiketnya sendiri adalah 7 ribu untuk penumpang dan 15 ribu untuk motor. Fasilitas yang ada di kapal KMP Baronang ini antara lain, parkiran kendaraan di lt.1. Sementara di lt.2 adalah ruang tunggu penumpang, ada 2 jenis ruang tunggu, yang pertama adalah bilik2 kecil tempat tidur yang menurut saya per seat cukup sempit, sementara didepannya lagi ada ruang tunggu duduk dengan kursi yang lumayan empuk. Mushola dan toilet juga ada di lt.2 ini. Sementara di lt.3 ada fasilitas kantin dan tempat duduk sekaligus tempat makan. Sementara fasilitas keselamatan ada perahu sekoci yang ada di antara lt.1 &amp; lt.2. Ya cukup nyaman lah kapal ini, meski ga semewah dulu waktu saya naik kapal KMP Sebuku dari Merak ke Bakaheuni.<\/p>\nngg_shortcode_30_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">KMP Baronang dan fasilitasnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjalanan kurang lebih memakan waktu 15 menit, sama dengan naik speedboat. Cuma karena kapal ferry ukurannya besar sehingga membutuhkan waktu lama untuk sandar &amp; buang jangkar, serta membutuhkan waktu tambahan lagi untuk loading kendaraan mobil dan juga penumpang yang lebih banyak. Pemandangan yang disajikan dari atas kapal ferry bagus ya, lautan biru, pulau Maitara, pulau Tidore, dan gunung Gamalama di pulau Ternate terlihat semua di atas kapal. Sambil juga melihat kapal speedboat yang bebarengan berlayar disebelah kapal ferry menjadi hiburan tersendiri. Kurang lebih total perjalanan dari masuk kapal di Pelabuhan Rum Tidore, sampai keluar kapal lagi di Pelabuhan Bastiong Ternate sekitar 45 menitan.<\/p>\nngg_shortcode_31_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Pemandangan dari kapal ferry<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah keluar pelabuhan saya melanjutkan perjalanan untuk mencari oleh-oleh buat dibawa pulang ke Jakarta. Saya menuju ke <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/SFqvEkfpLvU2bgfX9\">Tara No Ate<\/a>, yang terletak tidak jauh dari Masjid Al Munawar dan Kawasan Jatiland. Oleh-oleh yang disediakan disini lumayan banyak, antara lain snack2 khas Ternate, serta pernak-pernik kerajinan khas Ternate. Saya memilih untuk membeli mug bergambar Ternate &amp; Danau Ngade, Kenari Goyang, Bola Kenari, Makrok Kenari, dan Keripik Pisang Mulu Bebe.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1764\" aria-describedby=\"caption-attachment-1764\" style=\"width: 225px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ke-ternate-tidore-kota-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/img_20211129_160400\/\" rel=\"attachment wp-att-1764\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1764 size-medium\" src=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_160400-225x300.jpg\" alt=\"Solo Traveling Ternate - Oleh-oleh dari Ternate\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_160400-225x300.jpg 225w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_160400-766x1024.jpg 766w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_160400-768x1026.jpg 768w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_160400-389x520.jpg 389w, https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211129_160400.jpg 898w\" sizes=\"auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1764\" class=\"wp-caption-text\">Oleh-oleh dari Ternate<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">OK sepertinya sudah hampir semua tujuan terpenuhi, saatnya kembali ke penginapan untuk istirahat. Untuk menginap hari terakhir ini saya pindah ke Riswan Homestay sekalian besoknya mengembalikan motor. Sebelum sampai penginapan saya mampir dulu ke <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/qKQHauk6N9Kr1GGaA\">Laboratorium Nita Medical<\/a> yang tak jauh lokasinya dari penginapan. Klinik ini termasuk salah satu Klinik di Ternate yang terdaftar di Kemenkes, jadi hasil test Antigen \/ PCR disini sudah langsung terintegrasi di Pedulilindungi. Syukurlah hasilnya negatif jadi besok sudah aman bisa balik Jakarta lagi. Setelah Antigen saya menuju penginapan untuk istirahat sejenak setelah lumayan menguras tenaga naik motor mengelilingi pulau Tidore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekitar setengah jam 6 sore saya kembali melajukan motor menuju <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/vgX6shD1pgbwWPS89\">Pantai Kastela<\/a>. Tujuannya tentu saja mencoba untuk melihat sunset disini. Awal perjalanan sih agak mendung bahkan pas ditengah jalan juga sempat hujan, alamat bakal gagal lagi sih ini, tapi karena sudah terlanjur jalan ya sudah dicoba aja dulu, kalo gagal sunset ya cukup jalan2 saja menikmati suasana pantai Kastela di sore hari. Pantai Kastela sendiri lokasinya tidak jauh dari Benteng Kastela sekitar 100 meter saja. Untuk masuk ke kawasan pantai ini cukup membayar 5000 saja. Pantai ini ada di pesisir barat Pulau Ternate menghadap lautan lepas, jadi jika kondisi tidak musim hujan harusnya bisa dijadikan lokasi memburu sunset. Untuk pantainya sendiri sama dengan rata2 pantai lain di Ternate, memiliki pasir yang berwarna hitam, sayangnya pantai ini agak kurang terawat, masih ada sampah yang mengotori sekitaran pantai. Selain itu banyak juga pepohonan yang menghiasi pantai ini, serta beberapa pohon kelapa juga ada disini. Fasilitasnya antara lain gazebo, tempat duduk dan warung2, yang jika malam hari akan ada lampu-lampu hias yang menyala membuat suasana lebih meriah. Satu yang khas disini adalah beberapa kumpulan pohon mangrove yang posisinya berada di tengah-tengah laut, yang pas untuk dijadikan tempat swafoto. Saat mendekati sunset hampir tiba sekitar pukul 18:20, tapi ya seperti yang dijelaskan di awal tadi, cuaca kurang mendukung, mendung gelap menutupi lautan disebelah barat &amp; matahari hampir tidak terlihat, jadi gagal deh dapet sunset nya \ud83d\ude00 .<\/p>\nngg_shortcode_32_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Pantai Kastela<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah selesai jalan2 di pantai Kastela perut mulai lapar. Saya kembali lagi ke kota Ternate untuk cari makan malam. Tujuan kali ini adalah <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/oYNBnZ7nFwhAp3qe8\">Ikan Bakar Terminal<\/a>. Sebuah warung tenda yang berada di depan Pasar Higenis seberang Terminal Gamalama. Disini ikan-ikan segar yang akan disajikan dipajang disebuah meja, dan pembeli tinggal memilih ikan mana yang mau dimasak nanti akan ditimbang &amp; ditentukan harga yang harus dibayar. Sebelum memilih saya tanya dulu ke mas penjualnya, ikan mana yang paling khas disini. Dia merekomendasikan ikan kerapu &amp; dibakar dimasak pakai bumbu rica-rica, ya sudah akhirnya memilih menu Ikan Kerapu Bakar Rica-rica. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya ikan segar selesai dibakar dan siap disajikan. Aromanya sedap sekali. Ikan bakar ini disajikan dengan nasi putih 1 wakul yang bisa diambil sepuasnya kalau kuat, tumisan sayur hijau, ditambah sambal uleg &amp; sambal dabu-dabu. Langsung sikat deh, ikannya empuk, bumbunya benar2 meresap sampai dagingnya benar2 sedap &amp; mantap. Sambalnya juga enak, cuma kembali lagi gara2 takut asam lambung kumat, ga berani cocol banyak sambelnya \ud83d\ude00 . 1 paket ikan + nasi + sayur + sambal yang saya beli tadi harganya 50 ribu, harga bisa berbeda2 ya tergantung jenis &amp; berat ikan yang dipilih. Setelah kenyang saya membeli buah potong di penjual buah yang berderet di seberang pasar untuk pencuci mulut lalu kembali ke penginapan untuk istirahat.<\/p>\nngg_shortcode_33_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Makan Malam di Ikan Bakar Terminal<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">OK sudah cukup puas untuk kegiatan hari ketiga. Tinggal istirahat dan besok persiapan untuk pulang ke Jakarta saja. Untuk detail hari keempat itinerary &amp; rincian biaya, lanjut ke halaman berikutnya ya&#8230;<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selasa 30 November 2021. Karena sudah hampir semua tujuan telah dikunjungi hari ini saya bangun agak siang sekitar jam 06:30. Kemarin2 jam 05:15 biasanya sudah bangun. Setelah mandi, sarapan dulu di penginapan, sudah disediakan nasi uduk telur di meja makan. Disitu juga disuguhi jajanan lokal yaitu Gogoso Ikan yang bentuknya seperti lemper &amp; Sagu Lempeng yang bentuknya seperti roti kukus tapi berbahan sagu. Tapi karena sambil ngobrol2 jadinya lupa deh foto 2 makanan tersebut \ud83d\ude00 . Selesai sarapan sekitar jam 8 pagi saya keluar sebentar menuju ke <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/PccBEvf1bgAmAoLs8\">Kedaton Kesultanan Ternate<\/a>, karena kemaren belum sempat kesana. Ternyata sampai depan kedaton gerbangnya tutup, saya mencoba melewati jalan belakang dan ternyata pintu gerbang bagian belakang dibuka, akhirnya bisa deh masuk kompleks keraton ini. Tapi saat itu saya hanya bisa eksplor bagian luarnya saja, karena kedaton &amp; museumnya saat itu sedang tutup &amp; tidak dibuka untuk umum. Ya gakpapa deh, cukup foto2 di luar saja dengan background Kedaton Kesultanan Ternate &amp; Gunung Gamalama di belakangnya. Untuk penjelasan lebih detail mengenai Kedaton Kesultanan Ternate mungkin bisa melihat dari sumber <a href=\"https:\/\/pariwisata.ternatekota.go.id\/kedaton-kesultanan-ternate.html\">ini<\/a>.<\/p>\nngg_shortcode_34_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Kedaton Kesultanan Ternate<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selesai dari kedaton, masih ada waktu sebentar, saya asal memacu motor saja berkeliling sekitaran kota sebelum meninggalkan Ternate &amp; balik lagi menuju Jakarta. Berikut beberapa foto suasana kota Ternate diluar dari obyek2 wisata yang sudah dikunjungi kemarin.<\/p>\nngg_shortcode_35_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Foto Random Suasana Kota Ternate<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekitar jam 10 pagi akhirnya saya check out dari penginapan dan kembali menuju bandara. Karena saat datang kemarin belum sempat foto2, jadi pas pulang ini sambil menunggu pesawat datang saya sempat ambil beberapa gambar suasana bandara. Sebenarnya kalau ga mendung, pemandangan saat pertama keluar bandara itu bisa langsung menyajksikan view gunung Gamalama.<\/p>\nngg_shortcode_36_placeholder\n<p style=\"text-align: center;\">Suasana Bandara Sultan Babullah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya pulang ke Jakarta menggunakan maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG221. Pesawat seharusnya berangkat pukul 11:30, namun karena cuaca sempat hujan deras, awan tebal &amp; angin lumayan kencang sempat delay 40 menitan dan baru berangkat pukul 12:10. Sebenarnya cukup khawatir sih soalnya pas mau take off kok tiba2 gerimis lagi, wah jangan2 ntar diatas goyang2 kencang lagi sepanjang perjalanan kaya dulu pas lagi pulang dari Surabaya di musim penghujan juga pada awal tahun 2019. Ternyata kekhawatiran itu tak terjadi, selama perjalanan diatas lancar, paling ada goyang2 sedikit yang masih wajar dalam penerbangan. Akhirnya setelah menempuh perjalanan 3 jam 30 menit, sekitar pukul 13:40 WIB pesawat mendarat di bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3 hari berlibur yang cukup menyenangkan dengan suasana baru untuk sejenak melepas penat &amp; kesibukan pekerjaan di ibukota. Lain kali kalau ada kesempatan kesini lagi dengan ada barengannya, pinginnya sih nyoba untuk menyeberang &amp; menghabiskan waktu di Pulau Failonga dan merasakan gimana sih hidup sehari di pulau kosong tak berpenghuni, serta mencoba mendaki Puncak Gamalama yang tingginya sekitar 1715 MDPL. Kemaren di penginapan sempat ngobrol dengan pengunjung lain yang ternyata habis mendaki Gunung Gamalama, meski cuma 1715 MDPL tapi waktu tempuh yang diperlukan untuk menuju puncak kira-kira 5-6 jam karena medannya yang lumayan sulit, karena harus naik lalu turun lalu naik lagi di beberapa bukit sekeliling puncak. Kurang lebih seperti diatas rincian perjalanan selama 3 hari di Ternate &amp; Tidore, mungkin bisa dijadikan sedikit referensi buat para traveler yang berencana untuk jalan-jalan kesana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk itinerary perjalanan selama di Ternate &amp; Tidore kurang lebih sebagai berikut:<\/p>\n<table style=\"height: 2328px; width: 100%;\" width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 98.9886%; height: 24px;\" colspan=\"2\" width=\"792\">Solo Traveling Ternate &amp; Tidore Hari Pertama: Sabtu, 27 November 2021<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">11:25 &#8211; 11:35<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari bandara ke tempat sewa motor<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">11:35 &#8211; 11:50<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Registrasi sewa motor &amp; briefing singkat tentang tempat2 di Ternate<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">11:50 &#8211; 12:00<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari sewa motor ke Benteng Tolukko<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">12:00 &#8211; 12:45<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Jalan-jalan di Benteng Tolukko<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">12:45 &#8211; 12:55<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Benteng Tolukko ke RM Popeda Gamalama<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">12:55 &#8211; 13:15<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Makan siang di RM Popeda Gamalama<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">13:15 &#8211; 13:45<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari RM Popeda Gamalama ke Pantai Fitu, mampir bentar di landmark Ternate<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">13:45 &#8211; 14:00<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Foto uang 1000 di Pantai Fitu<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">14:00 &#8211; 14:05<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Pantai Fitu ke Tangga Seribu &amp; Villa Ngade<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">14:05 &#8211; 15:05<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Menikmati pemandangan Danau Ngade &amp; foto2<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">15:05 &#8211; 15:20<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Tangga Seribu &amp; Villa Ngade ke Benteng Kalamata<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">15:20 &#8211; 16:20<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Jalan-jalan di Benteng Kalamata<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">16:20 &#8211; 17:05<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Benteng Kalamata ke Wisma Aira, beberapa kali berhenti foto suasana kota<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">17:05 &#8211; 18:45<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Istirahat di penginapan<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">18:45 &#8211; 19:05<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari penginapan ke Restoran Grand Fatmah<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">19:05 &#8211; 20:00<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Makan malam dan menikmati pemandangan suasana malam kota Ternate dari Grand Fatma<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">20:00 &#8211; 20:15<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Grand Fatma ke penginapan<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">&nbsp;<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; height: 24px;\">&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 98.9886%; height: 24px;\" colspan=\"2\">Solo Traveling Ternate &amp; Tidore Hari Kedua:&nbsp; Minggu, 28 November 2021<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">05:40 &#8211; 05:50<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari penginapan ke Pantai Falajawa &amp; Landmark Ternate<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">05:50 &#8211; 06:35<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Menikmati suasana pagi Pantai Falajawa &amp; Landmark sambil coba melihat sunrise<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">06:35 &#8211; 06:40<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Pantai Falajawa ke RM Al-Hikmah<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">06:40 &#8211; 07:00<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Sarapan pagi di RM Al-Hikmah<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">07:00 &#8211; 07:10<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari RM Al-Hikmah ke penginapan<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">07:10 &#8211; 07:30<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Bersih2 &amp; mandi di penginapan<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">07:30 &#8211; 07:50<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari penginapan ke Geowisata Batu Angus<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">07:50 &#8211; 08:25<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Jalan-jalan menikmati pemandangan alam di Batu Angus<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">08:25 &#8211; 08:35<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Batu Angus ke Pantai &amp; Hol Sulamadaha<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">08:35 &#8211; 09:45<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Jalan-jalan menikmati pemandangan alam di Pantai &amp; Hol Sulamadaha<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">09:45 &#8211; 09:55<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Pantai &amp; Hol Sulamadaha ke Pantai Jikolomamo<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">09:55 &#8211; 11:05<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Jalan-jalan menikmati pemandangan alam di Pantai Jikolomamo<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">11:05 &#8211; 11:15<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Pantai Jikolomamo ke Danau Tolire Kecil<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">11:15 &#8211; 11:30<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Foto-foto sebentar suasana di Danau Tolire Kecil<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">11:30 &#8211; 11:35<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Danau Tolire Kecil ke Danau Tolire Besar<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">11:35 &#8211; 12:25<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Menikmati pemandangan &amp; foto-foto Danau Tolire Besar<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">12:25 &#8211; 12:50<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Danau Tolire Besar ke Benteng Kastela<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">12:50 &#8211; 13:05<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Foto-foto di Benteng Kastela<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">13:05 &#8211; 13:15<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Benteng Kastela ke Kebun Cengkeh Gambosi<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 48px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 48px;\">13:15 &#8211; 13:25<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 48px;\">Foto-foto sebentar di Kebun Cengkeh Gambosi, ga mampir jalan2 karena sebenarnya lokasi tutup<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">13:25 &#8211; 13:45<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalalan dari Kebun Cengkeh Gambosi ke Rumah Makan Pak RT Jl. Yos Sudarso<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">13:45 &#8211; 14:05<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Makan siang di RM Pak RT Yos Sudarso<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">14:05 &#8211; 14:15<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari RM Pak RT Yos Sudarso ke Benteng Fort Oranje<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">14:15 &#8211; 15:15<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Jalan-jalan di Benteng Fort Oranje<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">15:15 &#8211; 15:20<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Fort Oranje ke penginapan<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">15:20 &#8211; 19:30<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Istirahat di hotel, ga bisa kemana2, sedang hujan deras di Ternate saat itu<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 48px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 48px;\">19:30 &#8211; 20:00<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 48px;\">Perjalanan dari penginapan ke Jl. Tapak, sempat berkeliling kota dulu jadi lama, meski lokasi dekat<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 48px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 48px;\">20:00 &#8211; 21:00<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 48px;\">Menikmati suasana malam Ternate sambil ngemil Pisang Mulu Bebe + Air Guraka di Jl. Tapak<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">21:00 &#8211; 21:05<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Jl.Tapak ke Penginapan<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">&nbsp;<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; height: 24px;\">&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 98.9886%; height: 24px;\" colspan=\"2\">Solo Traveling Ternate &amp; Tidore Hari Ketiga:&nbsp; Senin, 29 November 2021<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">06:10 &#8211; 06:35<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari penginapan Wisma Aira ke Pelabuhan Bastiong<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">06:35 &#8211; 07:40<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Sarapan sambil nunggu kapal di pelabuhan, karena lama pindah ke pelabuhan speedboat<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">07:40 &#8211; 07:55<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Menyeberang dari Bastiong Ternate ke Rum Tidore menggunakan speedboat<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 48px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 48px;\">07:55 &#8211; 08:15<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 48px;\">Perjalanan dari Pelabuhan Rum ke Monumen Bendera, beberapa kali berhenti foto suasana Tidore<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 48px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 48px;\">08:15 &#8211; 08:30<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 48px;\">Foto-foto di Monumen Bendera, sambil menikmati pemandangan Pualu Hiri yang terlihat di sini<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">08:30 &#8211; 09:00<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Monumen Bendera menuju Benteng Tahulla<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">09:00 &#8211; 09:45<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Jalan-jalan di Benteng Tahulla<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">09:45 &#8211; 09:50<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Benteng Tahulla ke Benteng Torre<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">09:50 &#8211; 10:30<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Jalan-jalan di Benteng Torre<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 48px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 48px;\">10:30 &#8211; 10:45<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 48px;\">Perjalanan dari Benteng Torre ke Desa Gurabunga, mampir foto Kedaton Tidore sebentar dari luar<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 48px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 48px;\">10:45 &#8211; 11:15<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 48px;\">Menikmati dinginnya udara dataran tinggi pedesaan sambil foto-foto suasana desa Gurabunga<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">11:15 &#8211; 11:35<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Desa Gurabunga ke RM Ratu Sayang<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">11:35 &#8211; 12:20<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Makan siang di RM Ratu Sayang<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 48px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 48px;\">12:20 &#8211; 13:20<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 48px;\">Perjalanan dari RM Ratu Sayang ke Monumen Juan, sering berhenti foto bakau, Failonga, &amp; laut<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">13:20 &#8211; 13:40<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Foto-foto sambil istirahat sebentar dibawah pepohonan Monumen Juan Sebastian<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">13:40 &#8211; 13:45<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Monumen Juan Sebastian ke Pelabuhan Rum<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">13:45 &#8211; 14:00<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Di pelabuhan Rum menunggu kapal ferry gantian load penumpang &amp; kendaraan<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">14:00 &#8211; 14:45<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Menyeberang dari Rum Tidore ke Bastiong Ternate menggunakan kapal ferry<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">14:45 &#8211; 15:05<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Pelabuhan Bastiong ke Tara No Ate<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">15:05 &#8211; 15:20<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Beli oleh-oleh di Tara No Ate<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">15:20 &#8211; 15:30<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Tara No Ate ke Laboratorium Nita Medical<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">15:30 &#8211; 16:00<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Antigen di Laboratorium Nita Medical<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">16:00 &#8211; 16:05<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Laboratorium Nita Medical ke penginapan Riswan Homestay<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">16:05 &#8211; 17:25<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Istirahat sejenak di penginapan<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">17:25 &#8211; 18:00<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari penginapan ke Pantai Kastela<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">18:00 &#8211; 18:45<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Menikmati suasana sore sambil coba mencari sunset di Pantai Kastela<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">18:45 &#8211; 19:15<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari Pantai Kastela ke Ikan Bakar Terminal<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">19:15 &#8211; 19:55<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Makan malam di Ikan Bakar Terminal<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 48px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 48px;\">19:55 &#8211; 20:10<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 48px;\">Perjalanan dari Ikan Bakar Terminal ke penginapan, mampir beli buah di pasar depan terminal<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">&nbsp;<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; height: 24px;\">&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 98.9886%; height: 24px;\" colspan=\"2\">Solo Traveling Ternate &amp; Tidore Hari Keempat:&nbsp; Selasa, 30 November 2021<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">08:00 &#8211; 08:05<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari penginapan ke Kedaton Kasultanan Ternate<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">08:05 &#8211; 08:50<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Jalan-jalan dan foto suasana luar Kedaton Kesultanan Ternate<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 48px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 48px;\">08:50 &#8211; 09:35<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 48px;\">Perjalanan dari Kedaton balik penginapan, sambil jalan2 dulu menikmati suasana kota sambil foto2<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">09:35 &#8211; 10:00<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Beres-beres &amp; check out penginapan<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 14.4121%; height: 24px;\">10:00 &#8211; 10:10<\/td>\n<td style=\"width: 84.5765%; text-align: left; height: 24px;\">Perjalanan dari penginapan ke Bandara Sultan Babullah<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan rincian biaya Solo Traveling Ternate &amp; Tidore yang harus dikeluarkan jika menggunakan itenerary seperti yang saya lakukan kemarin kurang lebih seperti ini:<\/p>\n<table style=\"height: 1387px; width: 98.3613%;\" width=\"98.3613%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%;\" width=\"349\">Keperluan<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\" width=\"116\">Biaya<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Tiket pesawat Jakarta-Ternate PP<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">1900000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Rapid Antigen 2x saat berangkat &amp; pulang<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">200000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Gojek PP Grogol &#8211; Bandara Halim Jakarta<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">100000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Gojek PP Bandara Sulta Babullah &#8211; Sewa Motor Ternate<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">15000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Sewa motor 3 hari&nbsp;<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">260000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Penginapan 3 malam<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">600000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Bensin selama 3 hari pakai motor Beat Injeksi<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">40000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Benteng Tolukko (seiklasnya)<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">5000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Makan siang hari pertama di Popeda Gamalama<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">70000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Foto Danau Ngade di Tangga Seribu<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">10000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Foto Danau Ngade di Villa Ngade<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">5000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Pantai Fitu foto uang 1000 (gratis)<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Benteng Kalamata (gratis)<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Makan malam hari pertama di Grand Fatmah<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">53000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Pantai Falajawa &amp; Landmark Ternate (gratis)<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Sarapan pagi hari pertama di RM Al-Hikmah<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">28000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Kawasan Geowisata Batu Angus (seiklasnya)<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">5000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Pantai Sulamadaha&nbsp;<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">6000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Hol Sulamadaha<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">5000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Danau Tolire Kecil (gratis)<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Danau Tolire Besar&nbsp;<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">6000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Benteng Kastela (gratis)<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Kebun Cengkeh Gambosi (gratis)<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Makan siang hari kedua di RM Pak RT Jl. Yos Sudarso<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">14000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Benteng Ford Rotterdam (gratis)<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Makan \/ nyemil malam hari kedua di Jl. Tapak<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">60000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Naik speedboat menyeberang dari Ternate ke Tidore<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">30000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Benteng Tahula (gratis)<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Benteng Torre (gratis)<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Makan siang hari ketiga di RM Ratu Sayang Tidore<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">40000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Naik kapal ferry menyeberang dari Tidore ke Ternate<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">22000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Beli oleh-oleh di Tara No Ate<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">174000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Pantai Kastela<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">5000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Makan Malam hari ketiga di Ikan Bakar Terminal<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">50000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">HTM Kedaton Kesultanan Ternate (gratis)<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Pengeluaran lain2, ke indomaret, beli minum, buah, dll<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">50000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 77.5791%; text-align: left;\">Total Biaya<\/td>\n<td style=\"width: 21.3205%;\">3753000<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">OK setelah melihat tempat wisata, kuliner, itinerary, dan rincian biaya pada artikel <strong>Solo Traveling Ternate &amp; Tidore, Pulau Seribu Benteng Dengan Pemandangan 4 in 1: Gunung, Laut, Danau, Benteng<\/strong> , jadi kapan pembaca akan segera merencanakan liburan ke Ternate &amp; Tidore? \ud83d\ude00&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Solo Traveling Ternate &amp; Tidore, Pulau Seribu Benteng Dengan Pemandangan 4 in 1: Gunung, Laut, Danau, Benteng &#8211; Jika dulu waktu sekolah SMP waktu pelajaran IPS pasti sering mendengar tentang Ternate &amp; Tidore yang berada di wilayah Indonesia bagian timur tepatnya di provinsi Maluku Utara. Di jaman dulu 2 kota beda pulau ini adalah salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1525,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":"","_wpscppro_dont_share_socialmedia":false,"_wpscppro_custom_social_share_image":0,"_facebook_share_type":"","_twitter_share_type":"","_linkedin_share_type":"","_pinterest_share_type":"","_linkedin_share_type_page":"","_instagram_share_type":"","_medium_share_type":"","_threads_share_type":"","_google_business_share_type":"","_selected_social_profile":[],"_wpsp_enable_custom_social_template":false,"_wpsp_social_scheduling":{"enabled":false,"datetime":null,"platforms":[],"status":"template_only","dateOption":"today","timeOption":"now","customDays":"","customHours":"","customDate":"","customTime":"","schedulingType":"absolute"},"_wpsp_active_default_template":true},"categories":[648,4],"tags":[842,1673,834,766,835],"class_list":["post-1522","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-slider","category-traveling","tag-itinerary-ternate","tag-kuliner-ternate","tag-solo-traveling-ternate","tag-ternate","tag-wisata-ternate"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Solo Traveling Ternate &amp; Tidore, Pulau Seribu Benteng Yang Indah<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Solo Traveling Ternate &amp; Tidore, Pulau Seribu Benteng Yang Indah - Jika dulu waktu sekolah SMP waktu pelajaran IPS pasti sering mendengar\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Solo Traveling Ternate &amp; Tidore, Pulau Seribu Benteng Yang Indah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Solo Traveling Ternate &amp; Tidore, Pulau Seribu Benteng Yang Indah - Jika dulu waktu sekolah SMP waktu pelajaran IPS pasti sering mendengar\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"catatankge.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-03T03:42:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-01T07:08:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG_20211128_1210173-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"40 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/index.php\\\/2021\\\/12\\\/03\\\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/index.php\\\/2021\\\/12\\\/03\\\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b417aea1772b44b0a96a3630bf3ca360\"},\"headline\":\"Solo Traveling Ternate &#038; Tidore, Pulau Seribu Benteng Dengan Pemandangan 4 in 1: Gunung, Laut, Danau, Benteng\",\"datePublished\":\"2021-12-03T03:42:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-01T07:08:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/index.php\\\/2021\\\/12\\\/03\\\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\\\/\"},\"wordCount\":8663,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b417aea1772b44b0a96a3630bf3ca360\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/index.php\\\/2021\\\/12\\\/03\\\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/IMG_20211128_1210173-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"itinerary ternate\",\"kuliner ternate\",\"solo traveling ternate\",\"ternate\",\"wisata ternate\"],\"articleSection\":[\"Slider\",\"Traveling\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/index.php\\\/2021\\\/12\\\/03\\\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/index.php\\\/2021\\\/12\\\/03\\\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/index.php\\\/2021\\\/12\\\/03\\\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\\\/\",\"name\":\"Solo Traveling Ternate & Tidore, Pulau Seribu Benteng Yang Indah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/index.php\\\/2021\\\/12\\\/03\\\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/index.php\\\/2021\\\/12\\\/03\\\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/IMG_20211128_1210173-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2021-12-03T03:42:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-01T07:08:19+00:00\",\"description\":\"Solo Traveling Ternate & Tidore, Pulau Seribu Benteng Yang Indah - Jika dulu waktu sekolah SMP waktu pelajaran IPS pasti sering mendengar\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/index.php\\\/2021\\\/12\\\/03\\\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/index.php\\\/2021\\\/12\\\/03\\\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/IMG_20211128_1210173-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/IMG_20211128_1210173-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1920,\"caption\":\"Solo Traveling Ternate - Pemandangan Danau Tolire Besar\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/\",\"name\":\"catatankge.com\",\"description\":\"Solo Traveling - Jalan-jalan - Kuliner Murah - Network Admin\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b417aea1772b44b0a96a3630bf3ca360\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":[\"Person\",\"Organization\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/catatankge.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b417aea1772b44b0a96a3630bf3ca360\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/91bbfb4da585bacf74e6d7da463b453f1540381875f0bcc02e8bf3aba07e3ee8?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/91bbfb4da585bacf74e6d7da463b453f1540381875f0bcc02e8bf3aba07e3ee8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/91bbfb4da585bacf74e6d7da463b453f1540381875f0bcc02e8bf3aba07e3ee8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/91bbfb4da585bacf74e6d7da463b453f1540381875f0bcc02e8bf3aba07e3ee8?s=96&d=mm&r=g\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/catatankge.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Solo Traveling Ternate & Tidore, Pulau Seribu Benteng Yang Indah","description":"Solo Traveling Ternate & Tidore, Pulau Seribu Benteng Yang Indah - Jika dulu waktu sekolah SMP waktu pelajaran IPS pasti sering mendengar","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/","next":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Solo Traveling Ternate & Tidore, Pulau Seribu Benteng Yang Indah","og_description":"Solo Traveling Ternate & Tidore, Pulau Seribu Benteng Yang Indah - Jika dulu waktu sekolah SMP waktu pelajaran IPS pasti sering mendengar","og_url":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/","og_site_name":"catatankge.com","article_published_time":"2021-12-03T03:42:39+00:00","article_modified_time":"2023-10-01T07:08:19+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1920,"url":"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG_20211128_1210173-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"40 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/catatankge.com\/#\/schema\/person\/b417aea1772b44b0a96a3630bf3ca360"},"headline":"Solo Traveling Ternate &#038; Tidore, Pulau Seribu Benteng Dengan Pemandangan 4 in 1: Gunung, Laut, Danau, Benteng","datePublished":"2021-12-03T03:42:39+00:00","dateModified":"2023-10-01T07:08:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/"},"wordCount":8663,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/catatankge.com\/#\/schema\/person\/b417aea1772b44b0a96a3630bf3ca360"},"image":{"@id":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG_20211128_1210173-scaled.jpg","keywords":["itinerary ternate","kuliner ternate","solo traveling ternate","ternate","wisata ternate"],"articleSection":["Slider","Traveling"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/","url":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/","name":"Solo Traveling Ternate & Tidore, Pulau Seribu Benteng Yang Indah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/catatankge.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG_20211128_1210173-scaled.jpg","datePublished":"2021-12-03T03:42:39+00:00","dateModified":"2023-10-01T07:08:19+00:00","description":"Solo Traveling Ternate & Tidore, Pulau Seribu Benteng Yang Indah - Jika dulu waktu sekolah SMP waktu pelajaran IPS pasti sering mendengar","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/2021\/12\/03\/solo-traveling-ternate-tidore-pulau-seribu-benteng-dengan-pemandangan-4-in-1-gunung-laut-danau-benteng\/#primaryimage","url":"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG_20211128_1210173-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/catatankge.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG_20211128_1210173-scaled.jpg","width":2560,"height":1920,"caption":"Solo Traveling Ternate - Pemandangan Danau Tolire Besar"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/catatankge.com\/#website","url":"https:\/\/catatankge.com\/","name":"catatankge.com","description":"Solo Traveling - Jalan-jalan - Kuliner Murah - Network Admin","publisher":{"@id":"https:\/\/catatankge.com\/#\/schema\/person\/b417aea1772b44b0a96a3630bf3ca360"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/catatankge.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":["Person","Organization"],"@id":"https:\/\/catatankge.com\/#\/schema\/person\/b417aea1772b44b0a96a3630bf3ca360","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91bbfb4da585bacf74e6d7da463b453f1540381875f0bcc02e8bf3aba07e3ee8?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91bbfb4da585bacf74e6d7da463b453f1540381875f0bcc02e8bf3aba07e3ee8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91bbfb4da585bacf74e6d7da463b453f1540381875f0bcc02e8bf3aba07e3ee8?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"logo":{"@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91bbfb4da585bacf74e6d7da463b453f1540381875f0bcc02e8bf3aba07e3ee8?s=96&d=mm&r=g"},"sameAs":["http:\/\/catatankge.com"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1522","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1522"}],"version-history":[{"count":40,"href":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1522\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2970,"href":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1522\/revisions\/2970"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1522"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1522"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatankge.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1522"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}